
Saat para pengunjung muda merayakan Tahun Baru di sebuah bar yang penuh sesak di Pegunungan Alpen Swiss, perayaan itu berubah menjadi mimpi buruk. Kebakaran dahsyat melanda ruang bawah tanah bar, menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai 119 lainnya.
Mengutip CNN, kebakaran di Le Constellation di Crans-Montana digambarkan oleh Presiden Swiss Guy Parmelin sebagai salah satu “tragedi terburuk” di negara itu. Meski penyelidikan masih berlangsung, pihak berwenang Swiss pada Jumat (2/1) mengatakan bahwa kembang api yang di atas botol sampanye kemungkinan besar adalah penyebab kebakaran.
Video yang muncul dan bukti saksi mata mengungkapkan, terdapat kombinasi bahaya yang mematikan dari penggunaan kembang api di botol sampanye, yakni panel langit-langit yang mudah terbakar dan bar yang penuh sesak. Pengunjung muda yang berdesakan menuju jalur bantuan yang sempit saat kebakaran terjadi.
Malam Penuh Kemeriahan Berubah Jadi Petaka
Le Constellation, yang terletak di jantung Crans-Montana, sebuah resor ski mewah di kanton Valais yang berbahasa Prancis dan Jerman, adalah tempat hiburan malam yang populer di kalangan anak muda lokal dan pengunjung.
Baca juga:
- Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi di Tapanuli Selatan
- 40 Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 Islami yang Bermakna dan Menyentuh Hati
Menurut saksi mata, sekitar 200 orang berada di dalam tempat tersebut pada Malam Tahun Baru, siap merayakan tahun 2026 dengan musik, minuman, dan tarian.
Gambar yang banyak dibagikan di media sosial menunjukkan staf dengan helm sepeda motor bertengger di pundak orang lain, memegang botol sampanye dengan kembang api di tengah kerumunan yang padat.
Satu klip menunjukkan, setidaknya enam botol diangkat ke udara, saat api dan asap tiba-tiba menyembur dari langit-langit.
Para ahli memperkirakan, kembang api di atas botol sampanye kemungkinan menyulut panel akustik di langit-langit. Panel tersebut adalah material yang dirancang untuk meredam suara tetapi juga sangat mudah terbakar.
Konsultan kebakaran independen Stephen MacKenzie menggambarkan panel tersebut sebagai “bensin plastik”. “Itulah mengapa kita melihat laporan tentang banyak anak muda dengan luka bakar tingkat pertama, kedua, ketiga, dan sayangnya, keempat,” ujar dia menanggapi insiden kebakaran tersebut.
Kepala Jaksa Swiss Beatrice Pilloud mengatakan kepada wartawan pada Jumat (2/1) bahwa para penyelidik sedang menyelidiki pemasangan panel busa di bar tersebut, dan apakah itu sesuai dengan peraturan.
Kebakaran Menyebar dengan Cepat
Sebuah video menunjukkan seorang pemuda berusaha memadamkan api menggunakan kain basah, saat yang lain masih terus menari dan tampak tidak menyadari bahaya yang mengancam.
“Begitu langit-langit terbakar, dalam waktu sekitar 10 detik seluruh klub malam itu terbakar,” kata seorang saksi.
Saksi mata lainnya, Axel, yang tidak menyebutkan nama belakangnya, mengatakan kepada Reuters bahwa dia dan orang lain di bar awalnya tidak menyadari bahaya itu serius.“Kami berteriak, ‘Api! Api!’ d kemudian kami mengira itu hanya lelucon atau tidak terlalu serius. Tiba-tiba kepulan asap hitam membesar, kami tidak bisa bernapas lagi,” katanya, menggambarkan bagaimana dia akhirnya naik ke atas dan memecahkan jendela untuk keluar.
Penyelamatan yang Mengerikan
Saat asap memenuhi lounge dan api berkobar, para pengunjung pesta bergegas menuju tangga sempit.
Video yang diverifikasi oleh CNN menunjukkan puluhan orang terjebak di pintu keluar, dengan satu orang melompat melalui jendela saat asap merah tebal menyelimuti gedung.
MacKenzie menjelaskan, penyebaran api yang cepat melalui proses yang disebut flashover, di mana hampir semua benda di dalam ruangan terbakar nyaris secara bersamaan. “Pembakaran terjadi di tingkat langit-langit, menyebabkan api menyebar ke samping,” katanya.
Ketika pintu tahan api dibuka, hal itu dapat menciptakan “efek cerobong” yang mempercepat aliran asap dan gas yang mudah terbakar ke atas, kata MacKenzie. “Asap itu sebenarnya terbakar – sebuah ‘flashover,’” kata dia.
Laetitia Place, seorang gadis berusia 17 tahun dari Lausanne yang sedang berpesta, menceritakan pengalamannya yang mengerikan saat lolos dari kebakaran, mengatakan bahwa terjadi desak-desak di pintu keluar yang sempit sehingga menyulitkan orang lain untuk melewatinya.
“Tangga pertama cukup mudah dilewati karena lebar. Tapi setelah itu, ada pintu kecil tempat semua orang berdesak-desakan, dan kami semua jatuh, bertumpuk satu sama lain, beberapa orang terbakar, dan beberapa tewas di samping kami,” kata remaja itu kepada Reuters.
Video yang diperoleh CNN menunjukkan beberapa orang tergeletak tak bergerak di luar, sedangkan orang-orang yang berada di sekitar mencoba membantu.
Saat Layanan Darurat Tiba
Layanan darurat Swiss merespons dan tiba hanya dalam hitungan menit setelah kebakaran, mengangkut korban luka ke rumah sakit di seluruh Swiss dan luar negeri. Sekitar 50 pasien telah atau akan dipindahkan ke rumah sakit di negara-negara Eropa lainnya untuk perawatan spesialis.
Edmund Coquette mengatakan kepada afiliasi CNN, RTL Germany, bahwa ia melihat mayat di jalanan, yakni anak-anak muda yang wajahnya terbakar habis dan kehilangan jari-jari.
Seorang pria yang tinggal di dekat Le Constellation, yang berlari untuk membantu orang-orang keluar dari gedung yang terbakar, menggambarkan pencariannya untuk menemukan pintu keluar darurat di belakang bar dan menemukan bahwa pintu macet dengan orang-orang mencoba keluar. Pria itu, Paolo Campolo, mengatakan kepada media Prancis “20 Minutes” bahwa ia meminta bantuan kepada kapten pemadam kebakaran, tetapi akhirnya segera memutuskan untuk turun tangan sendiri.
CNN telah menghubungi pemilik bar, tetapi belum menerima tanggapan. Hingga Jumat malam, banyak orang terkasih dari para korban dan yang terluka masih menunggu jawaban, dan pihak berwenang terus melanjutkan proses identifikasi korban tewas.