
Ifonti.com , JAKARTA — Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan memutuskan pengganti Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada bulan ini.
Melansir Bloomberg pada Jumat (9/1/2026), Bessent menyebut keputusan terkait pimpinan baru bank sentral AS tersebut kemungkinan akan diambil tepat sebelum atau sesudah forum tahunan di Davos, Swiss.
Adapun, Trump dijadwalkan menghadiri forum tahunan tersebut pada 19—23 Januari 2026 mendatang.
: Menkeu Bessent Tekan The Fed Pangkas Suku Bunga demi Pertumbuhan Ekonomi
Bessent menyebut hingga kini terdapat empat kandidat yang masih dipertimbangkan. Selain Direktur National Economic Council Kevin Hassett dan mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, kandidat lainnya adalah Gubernur The Fed saat ini Christopher Waller serta eksekutif BlackRock Inc. Rick Rieder.
Menurut Bessent, Rieder menjadi satu-satunya kandidat yang masih menunggu jadwal wawancara.
: : Pemangkasan Bunga The Fed Berpeluang Lanjut pada Akhir 2026, Ini Syaratnya
Dia juga menambahkan bahwa Rieder merupakan satu-satunya kandidat yang tidak memiliki pengalaman di Federal Reserve. Ketika ditanya apakah hal tersebut menjadi keunggulan, Bessent menyatakan keputusan sepenuhnya berada di tangan presiden.
Terkait kebijakan moneter, Bessent menilai suku bunga saat ini masih terlalu tinggi.
: : Jadwal Rapat FOMC The Fed 2026, Acuan Pasar Keuangan dan Arah Dolar AS
“Kita masih berada jauh di atas tingkat netral, dan menurut saya seharusnya kita tidak berada dalam mode restriktif,” ujarnya usai memberikan pidato di Economic Club of Minnesota pada Kamis (8/1/2026) waktu setempat.
Ketika didesak mengenai level yang ideal, dia mengatakan sebagian besar model menunjukkan kisaran 2,50%—3,25%.
The Fed pada bulan lalu memangkas suku bunga acuannya ke kisaran 3,5%—3,75%. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell saat itu tidak memberikan sinyal bahwa bank sentral akan melanjutkan rangkaian tiga kali pemangkasan suku bunga pada awal 2026.
Para pembuat kebijakan The Fed dijadwalkan kembali bertemu pada 27—28 Januari 2026. Perdagangan kontrak berjangka menunjukkan peluang yang sangat kecil untuk perubahan suku bunga pada pertemuan tersebut. Semakin banyak pejabat The Fed memilih menahan suku bunga setidaknya hingga tersedia data tambahan mengenai inflasi dan pasar tenaga kerja.
Adapun, dalam pidatonya pada acara tersebut, Bessent kembali mempromosikan agenda ekonomi Trump yang dinilainya telah meletakkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang kuat. Dia memuji undang-undang pemotongan pajak yang disahkan tahun lalu, kesepakatan dagang, serta agenda deregulasi.
Sebaliknya, dia mengkritik pemerintahan Joe Biden yang disebutnya telah melemahkan perekonomian melalui kebijakan dagang yang lemah, pajak tinggi, dan regulasi yang membebani.
Kunjungan Bessent ke Minneapolis berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan politik, menyusul insiden penembakan yang menewaskan seorang petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) serta dugaan penipuan dalam sistem penitipan anak di Minnesota.
Menanggapi isu tersebut, Bessent menegaskan komitmen Departemen Keuangan AS untuk memulihkan dana yang dicuri dan menindak pelaku kejahatan.
“Saya berada di sini pekan ini untuk menegaskan komitmen tak tergoyahkan Departemen Keuangan AS dalam memulihkan dana yang dicuri, menuntut pelaku penipuan, serta mencegah skandal serupa terjadi lagi,” ujarnya.
Selain itu, Bessent menyampaikan bahwa musim pelaporan pajak tahun ini akan dimulai pada 26 Januari 2026, yang disebutnya sebagai salah satu jadwal paling awal dalam lebih dari satu dekade. Dia bahkan memprediksi akan terjadi musim pengembalian pajak terbesar dalam sejarah.