
Ifonti.com BEIJING. Harga aluminium dunia melemah pada Selasa (10/3/2026) setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai kemungkinan berakhirnya konflik di Timur Tengah meredakan kekhawatiran gangguan pasokan logam tersebut.
Kontrak aluminium yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup turun 1,41% ke level 24.835 yuan per ton pada perdagangan siang. Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga sempat melonjak ke 25.860 yuan per ton, level tertinggi sejak 30 Januari.
Di pasar global, harga aluminium tiga bulan di London Metal Exchange (LME) juga melemah 0,78% menjadi US$ 3.359 per ton. Sehari sebelumnya, harga sempat menyentuh US$ 3.544 per ton, tertinggi sejak Maret 2022.
Penurunan harga dipicu aksi ambil untung setelah Trump menyatakan konflik di Timur Tengah berpotensi berakhir lebih cepat. Namun ia juga memperingatkan akan meningkatkan tekanan militer terhadap Iran jika Teheran mencoba menghalangi pengiriman minyak dari kawasan tersebut.
Konflik Timur Tengah Angkat Harga Aluminium dan Nikel, Harga Timah Masih Tertekan
Seorang trader di China mengatakan pernyataan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar.
“Penurunan harga aluminium terutama dipicu oleh pernyataan Trump tentang mengakhiri perang,” ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, konflik antara AS dan Israel melawan Iran sempat memicu lonjakan harga aluminium. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik itu mengganggu pengiriman dari kawasan Teluk yang menyumbang sekitar 9% pasokan aluminium global.
Meski demikian, analis menilai aluminium masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di kawasan tersebut. Jika konflik kembali memanas dan memicu gangguan pasokan baru, harga logam ini berpotensi kembali melonjak.
ELPI Siapkan Rights Issue Jumbo, Capex 2026 Dipatok Rp1,5 Triliun
Sementara itu, pergerakan logam lainnya cenderung bervariasi. Di SHFE, harga tembaga naik 1,66% seiring penurunan impor China pada dua bulan pertama tahun ini. Nikel naik 0,72%, timah melonjak 3,83%, dan seng menguat 0,31%. Sebaliknya, timbal turun 0,51%.
Di LME, tembaga naik 1,18%, seng bertambah 0,69%, nikel menguat tipis 0,03%, dan timbal naik 0,13%. Sementara itu, harga timah justru melemah 1,08%.