Trump serang besar-besaran Venezuela, klaim tangkap Nicolas Maduro dan istrinya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Sabtu (3/1) pagi, bahwa telah melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela. Trump juga mengklaim sudah menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, serta membawa keduanya keluar dari negara tersebut. 

Hal ini disampaikan Trump melalui akun resminya di Truth Social. Ia menyebutkan, operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS. Namun, detail selanjutnya baru akan diumumkan dalam konferensi pers hari ini pukul 11 ​​pagi waktu Florida, Amerika Serikat atau Sabtu (3/1) pukul 23.00 WIB.

CNN melaporkan beberapa ledakan, disertai suara pesawat hilir mudik pada Sabtu (3/1) dini hari di ibu kota Venezuela, Caracas. Beberapa wilayah kota mengalami pemadaman listrik. Ledakan pertama yang disaksikan oleh tim CNN terjadi sekitar pukul 01.50 waktu setempat atau pukul 12.50 WIB, Sabtu (3/1). Beberapa kota pun mengalami pemadaman listrik.

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump telah berulang kali memperingatkan bahwa AS sedang bersiap untuk mengambil tindakan baru terhadap jaringan perdagangan narkoba yang diduga beroperasi di Venezuela dan bahwa serangan darat akan segera dimulai.

Baca juga:

  • Harga Minyak Dunia Turun 10% pada 2025, Imbas Perang hingga Sanksi Venezuela
  • AS Buru Kapal Minyak Venezuela, Tekanan Geopolitik Makin Menguat

Kampanye tekanan Trump terhadap Maduro termasuk serangan yang menghancurkan lebih dari 30 kapal di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur dalam apa yang digambarkan AS sebagai kampanye anti-narkotika. Pada bulan lalu, Trump memerintahkan untuk  memblokade kapal tanker minyak yang dari dan ke Venezuela.

CNN pada bulan juga melaporkan bahwa CIA telah melakukan serangan drone di fasilitas pelabuhan di pantai Venezuela. Ini menandai serangan AS pertama yang diketahui terhadap target di dalam negara tersebut.