Ujian besar Bitcoin: Opsi US$10,8 miliar jatuh tempo pekan ini

Ifonti.com  Pasar kripto bersiap menghadapi jatuh tempo (expiry) opsi Bitcoin senilai total US$10,8 miliar pada Jumat pekan ini, sebuah momen krusial yang berpotensi menentukan arah pergerakan harga BTC dalam jangka pendek.

Melansir Cointelegraph Rabu (28/1/2026), Data pasar opsi menunjukkan bahwa posisi bearish masih memegang keunggulan menjelang expiry, kecuali jika pelaku pasar bullish mampu mendorong harga Bitcoin menembus level US$90.000 sebelum jatuh tempo.

Bitcoin tercatat beberapa kali memantul dari area US$87.000 dalam dua bulan terakhir. Namun, keraguan masih membayangi pasar terkait kemampuan BTC untuk menembus resistance kuat di atas US$95.000. Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berada di kisaran US$89.092.

Keputusan MSCI Bekukan Evaluasi Saham RI Berpotensi Tekan IHSG & Hambat Dana Asing

Dari sisi struktur pasar, opsi beli (call) memang mendominasi minat terbuka (open interest).

Total nilai call options mencapai US$6,6 miliar, atau sekitar 57% lebih besar dibandingkan put options senilai US$4,2 miliar. Meski demikian, dominasi ini belum tentu mencerminkan kendali penuh pihak bullish.

Bursa derivatif kripto Deribit masih memimpin pasar dengan pangsa 78,7%, disusul OKX sebesar 6,3% dan Chicago Mercantile Exchange (CME) dengan 5%.

Menariknya, kurang dari 17% minat call options yang jatuh tempo pada 30 Januari di Deribit berada di bawah level US$92.500.

Mengingat harga terendah Bitcoin dalam dua bulan terakhir berada di sekitar US$84.000, call options di level US$70.000 ke bawah dinilai lebih banyak digunakan untuk strategi on-chain kompleks, bukan murni spekulasi kenaikan harga.

Erwin Ciputra Beli 400.000 Saham Petrosea (PTRO)

Sebagai ilustrasi, call option BTC di level US$70.000 untuk jatuh tempo 27 Februari saat ini diperdagangkan di kisaran 0,212 BTC, jauh lebih mahal dibandingkan call option US$80.000 yang hanya sekitar 0,109 BTC.

Biaya tinggi ini membuat opsi jauh di bawah harga pasar kurang diminati oleh trader ritel.

Sebaliknya, call option di level US$110.000 ke atas relatif diabaikan karena premi yang sangat murah, bahkan di bawah 0,002 BTC atau sekitar US$180.

Strategi Bearish Masih Unggul di Bawah US$90.000

Sebagian besar call option di atas US$100.000 diyakini berasal dari strategi covered call, di mana penjual opsi memperoleh premi di muka sambil tetap memegang Bitcoin.

Strategi ini lebih menyerupai pendapatan berbasis bunga ketimbang taruhan bullish murni, karena potensi keuntungan tetap dibatasi.

Di Deribit, call options pada rentang US$75.000–US$92.000 bernilai sekitar US$850 juta.

ORI029 Hadir dengan Kupon 5,45%–5,8%, Bisa Dibeli Lewat Growin’ Mandiri Sekuritas

Namun, jika dibandingkan dengan struktur put options, posisi bearish tampak lebih solid. Put options di rentang US$86.000–US$100.000 saja mencapai US$1,2 miliar.

Dengan asumsi bahwa put options di atas US$102.000 tidak mendapat manfaat signifikan dari penurunan harga, strategi bearish tetap terlihat lebih diuntungkan pada expiry Januari ini.

Berdasarkan harga saat ini, terdapat tiga skenario utama untuk jatuh tempo opsi Bitcoin di Deribit:

  • Harga US$86.000–US$88.000: Keunggulan bersih di pihak put options sebesar US$775 juta
  • Harga US$88.001–US$90.000: Keunggulan put options sekitar US$325 juta
  • Harga US$90.001–US$92.000: Call options unggul sekitar US$220 juta

Selama harga Bitcoin masih berada di bawah US$90.000, keunggulan matematis tetap berpihak pada strategi bearish.

Dengan demikian, arah pasar pasca-expiry akan sangat ditentukan oleh kemampuan bull mendorong harga menembus level psikologis tersebut dalam waktu dekat.