Wall Street dibuka naik tipis, investor tunggu data tenaga kerja AS

Ifonti.com  NEW YORK. Wall Street dibuka relatif tenang pada Selasa (6/1/2026), setelah indeks utama mencatat kenaikan intraday terbesar dalam beberapa minggu pada perdagangan sebelumnya. 

Investor tampak mengambil napas sejenak sambil bersiap menghadapi pekan yang padat dengan laporan data tenaga kerja.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 10,2 poin atau 0,02% menjadi 48.987,36, S&P 500 bertambah 6 poin atau 0,09% ke 6.908,03, dan Nasdaq Composite naik 51,1 poin atau 0,22% ke 23.446,96.

Kenaikan saham keuangan menjadi pendorong utama reli Wall Street pada Senin, yang mengantarkan Dow ke level tertinggi sepanjang masa. Saat ini, Dow berada sekitar 2% dari angka psikologis 50.000. 

Data Tenaga Kerja AS Turun di Juli 2025, Begini Efeknya

Selain itu, sektor energi juga mendapat sorotan setelah pasukan militer AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akhir pekan lalu. Langkah ini memicu spekulasi bahwa perusahaan AS bisa mendapatkan akses ke cadangan minyak Venezuela.

Administrasi Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan eksekutif perusahaan minyak pekan ini untuk membahas peningkatan produksi di Venezuela. Dalam perdagangan pra-pasar Selasa, saham energi stabil, dengan SLB naik 1,4%, Exxon Mobil 0,2%, dan Chevron 1%.

“Masih banyak penyesuaian yang perlu dilakukan agar produsen hilir siap memproses jenis minyak ini. Itu bisa dilakukan — dan kemungkinan besar akan dilakukan. Tapi berapa lama, seberapa besar investasi yang dibutuhkan, dan siapa yang akan menanggung biaya, masih menjadi pertanyaan besar,” ujar Mark Malek, Chief Investment Officer di Siebert Financial.

Pada perdagangan futures pagi ini, Dow E-minis turun 38 poin atau 0,08%, S&P 500 E-minis naik 3 poin atau 0,04%, dan Nasdaq 100 E-minis naik 53,5 poin atau 0,21%.

Investor juga memperhatikan fenomena “Santa Claus rally”, pola musiman di mana saham biasanya naik menjelang akhir Desember dan awal Januari. Namun, tahun ini S&P 500 relatif datar selama periode tersebut.

Bursa Asia Terpukul Setelah AS Naikkan Tarif, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Fokus pekan ini adalah serangkaian data pasar tenaga kerja, termasuk nonfarm payrolls Desember yang akan dirilis Jumat. Data ini penting karena dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve. 

Ketua Fed, Jerome Powell, sebelumnya mengingatkan untuk berhati-hati terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut hingga ada kepastian mengenai kondisi pasar tenaga kerja.

Selain itu, investor juga akan mencermati final reading survei aktivitas bisnis S&P Global untuk Desember.

Di sektor saham individual, Vistra naik 4,5% sebelum pasar dibuka setelah mengumumkan akuisisi Cogentrix Energy dari Quantum Capital Group senilai sekitar US$ 4,7 miliar. 

Bursa Wall Street Melorot, Investor Khawatir Prospek Ekonomi AS

Intel naik 1,2% setelah meluncurkan chip AI terbaru untuk laptop, Panther Lake, yang merupakan produk pertamanya menggunakan proses manufaktur generasi baru 18A. Microchip Technology melonjak 3,9% setelah menaikkan proyeksi penjualan bersih kuartal ketiga pada Senin.