WIKA Beton (WTON) catat penurunan pendapatan dan laba sepanjang 2025

Ifonti.com JAKARTA. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang tahun 2025.

Pendapatan usaha tercatat Rp 3,58 triliun sepanjang 2025. Ini turun 26,75% dari Rp 4,89 triliun di tahun 2024.

Beban pokok pendapatan ikut turun dari Rp 4,52 triliun menjadi Rp 3,32 triliun pada tahun 2025.

WTON pun mengantongi laba bruto Rp 256,9 miliar di 2025, turun 31,25% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 373,68 miliar.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih menjadi Rp 40,01 miliar sepanjang tahun lalu. Ini turun 38,43% YoY dari Rp 65 miliar di 2024.

Dengan kinerja tersebut, laba per saham turun dari Rp 7,46 menjadi Rp 4,59 di akhir tahun lalu.

WIKA Beton (WTON) Targetkan Kontrak Baru Rp 5 Triliun, Optimalkan Pabrik Eksisting

Hingga akhir tahun 2025, WIKA Beton berhasil meraup omzet kontrak baru sebesar Rp4 triliun. Dari perolehan tersebut, sektor infrastruktur menjadi kontributor utama sebesar 55,53%, diikuti oleh sektor industri sebesar 17,19%, sektor kelistrikan sebesar 11,17%, disusul sektor lainnya sebesar 16,11%. 

Berdasarkan klasifikasi pelanggan, perolehan omzet kontrak baru didominasi oleh pelanggan swasta dengan porsi mencapai 54,86%, BUMN sebesar 21,65%, kemitraan strategis (KSO/JO) sebesar 18,32%, serta WIKA sebesar 5,17%. 

“Tingginya proporsi pelanggan swasta mencerminkan kemandirian pasar serta kepercayaan publik yang kuat terhadap kualitas produk dan layanan WIKA Beton,” kata Sekretaris Perusahaan WTON, Yushadi, dalam keterangan resmi, jumat (27/3/2026). 

WIKA Beton (WTON) Ikut Proyek Trackwork MRT Jakarta Fase 2A Paket CP205

WIKA Beton juga mencatatkan penurunan total liabilitas sebesar 25,76% menjadi Rp2,60 triliun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp3,50 triliun. Penurunan signifikan ini didorong oleh pelunasan sebagian utang usaha sebesar Rp548,64 miliar serta penurunan utang jangka panjang hingga Rp134,32 miliar. 

Berdasarkan kondisi finansial tersebut, struktur permodalan perusahaan menunjukkan hasil positif dengan Debt to Equity Ratio (DER) membaik secara drastis dari 95,15% pada tahun sebelumnya menjadi 70,66%. 

Selain itu, tingkat likuiditas yang sehat juga ditunjukkan dari current ratio di level 130,42%, naik dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Penurunan DER dan kenaikan current ratio ini menegaskan bahwa perusahaan berada pada jalur pertumbuhan yang lebih sehat, efisien, dan memiliki daya tahan finansial yang jauh lebih tangguh,” katanya.

Wijaya Karya Beton (WTON) Catat Kontrak Baru Rp 2,79 Triliun per September 2025