Utang pinjol dan paylater warga Indonesia Rp132,3 triliun, kredit macet melonjak

Utang pinjol atau pinjaman berani masyarakat Indonesia Rp 94,85 triliun dan paylater Rp 37,44 triliun per November 2025, sehingga totalnya Rp 132,3 triliun. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyoroti kenaikan kredit macet pinjaman online.

Kepala Eskekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Agusman menyebutkan, utang pinjol masyarakat Indonesia naik 24,45% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 75,6 triliun pada November 2024 menjadi Rp 94,85 triliun per November 2025.

Namun kredit macet atau Tingkat Wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) melonjak dari 2,52% pada November 2024 menjadi 4,33% per November 2025. Peningkatan signifikan terjadi dalam sebulan dibandingkan Oktober 2025 yang masih 2,76%.

Agusman tidak memperhitungkan penyebab kenaikan kredit macet pinjaman berani, yang dikenal sebagai pinjol itu, pada November 2025.

Namun untuk perusahaan pembiayaan multifinance misalnya, kualitas masalah pembayaran meningkat 0,6% dibandingkan Oktober, khususnya di sejumlah wilayah yang terkena dampak bencana Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sementara itu, utang paylater mencapai Rp 37,44 triliun yang terdiri dari penyaluran lewat perbankan Rp 26,2 triliun dan perusahaan membiayai Rp 11,24 triliun.

Agusman menjelaskan penyaluran paylater oleh perusahaan pembiayaan melonjak 68,61% yoy. Pertumbuhannya melambat dibandingkan Oktober 2025 69,71% dan September 2025 88,65%.

Berbeda dengan pinjol, kredit macet atau Non Performing Financing (NPF) gross paylater perusahaan pembiayaan 2,78% per November atau sedikit membaik dibandingkan Oktober 2025 2,79%.

Sementara itu, penyaluran paylater oleh perbankan naik 20,34% yoy menjadi Rp 26,2 triliun pada November 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, porsi BNPL terhadap total kredit perbankan nasional baru 0,32%.

Dian menyebutkan bahwa jumlah rekening paylater perbankan juga mencatatkan kenaikan dari 30,99 juta pada Oktober 2025 menjadi 31,47 juta per November tahun lalu.

Sementara itu, kredit macet atau Non-performing loan (NPL) gross paylater bank 2,04% atau membaik dibandingkan Oktober 2025 2,5%.

Dengan demikian, kredit macet paylater membaik pada November 2025. Sedangkan kredit macet pinjol atau pinjaman berani melonjak.