Summarecon Agung (SMRA) optimistis perpanjangan PPN DTP jadi katalis positif di 2026

Ifonti.com JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menilai perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) masih akan menjadi faktor penting dalam menopang penjualan properti pada 2026, di tengah tekanan makroekonomi yang masih membayangi sektor properti.

Direktur Summarecon Agung, Lydia Tijo, mengatakan, SMRA optimistis terhadap prospek sektor properti tahun ini.

“Perseroan melihat prospek penjualan properti di tahun ini masih akan tetap baik, terlebih lagi dengan adanya dukungan pemerintah yang melanjutkan perpanjangan insentif PPN DTP,” ucap Lydia kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).

Meski begitu, Summarecon Agung tak menampik bahwa industri properti masih dibayangi sejumlah tantangan. 

Prospek Pemulihan Summarecon Agung (SMRA) Masih Terbuka, Begini Rekomendasi Sahamnya

Perseroan mengidentifikasi, tantangan itu bisa datang dari lemahnya daya beli masyarakat, kenaikan biaya material, peningkatan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga faktor regulasi dan perizinan.

Terkait rencana bisnis, SMRA belum dapat mengungkap strategi yang akan serta target kinerja perseroan tahun 2026.

“Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terkait dengan rencana kegiatan usaha dan target keuangan Perseroan di tahun 2026 ini masih dalam tahap finalisasi,” ucap Lydia.

  SMRA Chart by TradingView  

Adapun hingga kuartal III-2025, SMRA membukukan laba bersih sebesar Rp 549,57 miliar sepanjang Januari–September 2025. 

Perolehan ini lebih rendah dibandingkan periode serupa tahun 2024 yang mencapai Rp 937,75 miliar, turun sekitar 41,35% secara tahunan (year on year/YoY).

Kinerja Summarecon Agung (SMRA) Lesu, Laba Bersih Turun 41,39% per Kuartal III 2025

Penurunan laba sejalan dengan kinerja pendapatan SMRA yang menyusut 14,86% YoU menjadi Rp 6,41 triliun per September 2025, dari sebelumnya Rp 7,53 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Ke depan, SMRA berharap perpanjangan insentif PPN DTP dapat menjadi katalis positif untuk mendorong pemulihan penjualan dan kinerja perseroan.