Naik 5,78% sepekan, harga Bitcoin berada di level US$ 95.000

Ifonti.com – JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami penguatan dalam sepekan. Mengutip Coin Market Cap Kamis (15/1/2026) pukul 10.50 WIB, harga Bitcoin naik 5,78% dalam sepekan ke level US$ 95.904. 

Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin melihat pasar kripto melonjak tajam setelah kenaikan inflasi AS yang mereda. Harga Bitcoin naik signifikan menembus $95.000 untuk pertama kali dalam beberapa minggu terakhir. ETH naik lebih dari 7% ke level $3.300, sementara SOL, ADA, XRP, dan BNB sempat naik hingga 9%.

Tren positif tersebut datang setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Desember menunjukkan kenaikan tahunan 2,7% sesuai ekspektasi pasar, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga lebih cepat di tahun ini. 

“Ketegangan politik antara Trump dan Pemimpin The Fed, Jerome Powell awal minggu ini yang melemahkan dollar, turut meningkatkan daya tarik aset seperti crypto yang dipandang terisolasi dari risiko independensi bank sentral,” ujar Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026). 

Aliran Spot Dongkrak Harga Bitcoin, Analis Prediksi Laju ke US$100.000

Fahmi mengatakan, intervensi terhadap independensi The Fed, apabila benar, merupakan sesuatu yang sangat serius dan dapat memicu kekhawatiran pasar terhadap bagaimana pemerintah AS bekerja. Namun, inflasi Desember yang bertahan di angka 2,7% cukup meredakan kekhawatiran di tengah dinamika tersebut. 

“Meskipun pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini, kenaikan inflasi yang melandai meningkatkan optimisme pasar bahwa penurunan suku bunga dapat terjadi lebih cepat, seperti pada bulan Maret misalnya,” jelas Fahmi.

Bitcoin dan Ethereum Masih Volatil, Analis Ingatkan Investor Disiplin Kelola Risiko