
Ifonti.com , JAKARTA- Komisaris PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA), Liliawati Rahardjo melanjutkan borong saham perseroan. Liliawati Rahardjo menambah sebanyak 5,5 juta lembar saham SMRA.
Mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 13 Januari 2026, Liliawati Rahardjo secara total telah memiliki sebanyak 943,50 juta lembar SMRA. Jumlah itu setara dengan 5,72% dari total saham SMRA.
Sebelumnya, Liliawati Rahardjo juga diketahui telah membeli saham SMRA pada medio Desember 2025 lalu. Kala itu, Liliawati menyerok sebanyak lebih dari 13,06 juta lembar saham SMRA.
: Summarecon Agung (SMRA) Cetak Marketing Sales Rp5,52 Triliun pada 2025
Pada penutupan pasar Kamis (15/1), saham SMRA berada pada Rp410 per lembar, turun tipis 0,49%. Namun, secara year to date (YtD), dengan harga itu, saham SMRA masih menguat 6,77%.
Dalam catatan Bisnis.com, SMRA melaporkan meraup marketing sales sebesar Rp5,52 triliun sepanjang 2025, atau mencerminkan kenaikan sebesar 27% secara tahunan.
: : Summarecon (SMRA) Emisi Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Kupon 5,85%-6,50%
Capaian itu sekaligus melampaui target tahunan yang dipatok SMRA di level Rp5 triliun. Dengan total penjualan Rp5,52 triliun, perseroan mencatatkan realisasi sekitar 11% lebih tinggi dari target yang ditetapkan untuk tahun buku 2025.
Mengutip riset Stockbit, performa Summarecon didorong oleh lonjakan penjualan pada kuartal IV/2025 yang mencapai Rp1,96 triliun. Angka ini tumbuh 15% YoY dan melesat 41% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ)
: : Tambah Kepemilikan, Bos Summarecon (SMRA) Borong 13,06 Juta Lembar Saham
“Summarecon Agung mencatat marketing sales Rp1,96 triliun pada kuartal IV/2025. Hasil ini membuat marketing sales selama 2025 mencapai Rp5,52 triliun,” tulis laporan Stockbit dikutip pada Sabtu (10/1/2026).
Produk residensial masih menjadi motor utama pertumbuhan SMRA di tengah dinamika sektor properti. Segmen rumah tapak menjadi penopang utama dengan porsi mencapai 74% dari total marketing sales sepanjang tahun lalu.
Selanjutnya, segmen ruko menyumbang sekitar 17% dari total penjualan, diikuti oleh kavling tanah sebesar 7%. Adapun kontribusi dari apartemen tercatat relatif sekitar 2%, sedangkan segmen perkantoran dan komersial hanya berkontribusi sekitar 0,1% terhadap total capaian tersebut.
——————-
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.