Saham Pertamina (PGEO) lanjutkan koreksi usai RUPSLB ganti dirut

Ifonti.com JAKARTA — Harga saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) terperangkap di zona merah dan melanjutkan tren pelemahan usai merombak pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PGEO terkoreksi 1,98% ke level Rp1.235 pada sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026). 

Penurunan tersebut memperpanjang tren koreksi beruntun yang terjadi sejak awal pekan. Sebelumnya, saham PGEO melemah 1,92%  ke Rp1.275 pada awal pekan ini dan kembali menyusut 1,18% menjadi Rp1.260 pada Selasa (20/1). 

Koreksi harga saham ini terjadi bertepatan dengan keputusan RUPSLB yang menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama PGEO, menggantikan Julfi Hadi yang mengundurkan diri pada November 2025. 

PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY TBK – TradingView

Ahmad Yani, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi, kini memegang mandat besar untuk memacu ambisi kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan. 

“Langkah ini ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP [Wilayah Kerja Panas Bumi] yang dikelola secara mandiri untuk mendukung ketahanan energi dan agenda net zero emission 2060,” ucap Ahmad Yani dalam keterangannya.

: : Profil Toba Pulp Lestari (INRU) yang Izinnya Dicabut Pemerintah

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Geothermal, Gigih Adi Atmo, mengaku optimistis bahwa kepemimpinan Ahmad Yani mampu menegaskan posisi PGEO sebagai produsen panas bumi terkemuka di tingkat global. 

Dengan pengalaman panjangnya sebagai Direktur Operasi PGEO sejak 2023, Ahmad Yani diyakini memiliki pemahaman mendalam untuk memperluas ruang pengembangan bisnis dan operasional perseroan ke depan.

: : Profil Anak Usaha UNTR yang Izin Usahanya Dicabut Prabowo

“Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGEO,” ungkap Gigih Adi Atmo.

Adapun, pemegang saham juga menetapkan Andi Joko Nugroho sebagai Direktur Operasi yang baru untuk memperkuat struktur manajemen perseroan.

 

Susunan Komisaris dan Direksi Pertamina Geothermal 2026:

Komisaris 

– Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo

– Komisaris: John Anis 

– Komisaris: Abdulla Zayed

– Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya

– Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah

 

Direksi

– Direktur Utama: Ahmad Yani 

– Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi

– Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho

– Direktur Keuangan: Yurizki Rio

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.