Saham INCO, ASII & BUMI topang kenaikan Indeks Bisnis-27 pagi ini (29/4)
Indeks Bisnis-27 naik 0,53% pada 29 April 2026, didorong saham INCO, ASII, dan BUMI. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen geopolitik dan kebijakan fiskal pemerintah.
Indeks Bisnis-27 naik 0,53% pada 29 April 2026, didorong saham INCO, ASII, dan BUMI. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen geopolitik dan kebijakan fiskal pemerintah.
Indeks Bisnis-27 turun 0,38% ke 469,16 pada 28 April 2026, dipicu pelemahan saham JPFA, AMRT, dan DSNG. IHSG juga melemah 0,48% ke 7.072,39.
Indeks Bisnis-27 turun 0,52% ke 494,45 karena sentimen global dan ketegangan geopolitik. Saham BBRI dan TLKM jadi penekan, sementara UNTR dan ASRI menguat.
IHSG ditutup melemah 0,94% ke level 7.097,6 pada 27 Maret 2026, dipengaruhi oleh aksi profit taking dan ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran.
Indeks Bisnis-27 melemah 2,02% ke 486,06 pada 13 Maret 2026, tertekan saham INCO dan BRPT. Saham ADMR, HEAL, dan AMRT menguat. IHSG diprediksi koreksi.
Sejumlah saham diproyeksi jadi incaran pasar seiring OJK dan BEI menaikkan kewajiban free float menjadi 15% secara bertahap.
IHSG turun 0,46% ke 8.951 pada 23/1/2026, dipengaruhi saham AMMN dan BRPT. Sebanyak 521 saham melemah, sementara 200 saham menguat.
Saham PGEO melemah 1,98% usai RUPSLB tunjuk Ahmad Yani sebagai Dirut baru, menggantikan Julfi Hadi. Koreksi berlanjut sejak awal pekan.
Penarikan AS dari organisasi energi bersih memicu sentimen negatif global, namun dampaknya pada emiten EBT Indonesia terbatas. Fundamental tetap kuat berkat dukungan kebijakan dan pendanaan lokal.
Saham energi bersih turun setelah AS keluar dari organisasi global, memicu kekhawatiran investor tentang pendanaan hijau. Kebijakan AS memengaruhi persepsi risiko global.