IHSG sepekan turun 2,42% ke 6.956, kapitalisasi pasar bursa menguap Rp354 triliun
IHSG turun 2,42% ke level 6.956,80 dan kapitalisasi pasar bursa berkurang Rp354 triliun menjadi Rp12.382 triliun dalam sepekan.
IHSG turun 2,42% ke level 6.956,80 dan kapitalisasi pasar bursa berkurang Rp354 triliun menjadi Rp12.382 triliun dalam sepekan.
IHSG ditutup melemah 2,03% ke 6.956,80 pada 30 April 2026, dipengaruhi penurunan saham DSSA dan BREN. Hanya 133 saham menguat, 576 turun.
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
Saham BUMI, BBCA dan BRPT menjadi penopang utama penguatan Indeks Bisnis-27 yang naik 0,48% ke level 471,69.
IHSG turun 6,61% dalam sepekan, menghapus Rp899 triliun market cap. Meski volume transaksi naik, nilai transaksi harian turun.
BEI akan memperketat kriteria saham IDX80 mulai Mei 2026 untuk mencerminkan dinamika pasar. Perubahan meliputi likuiditas, free float, dan konsentrasi kepemilikan.
Pengumuman MSCI memicu tekanan jual jangka pendek pada IHSG, terutama saham dengan free float rendah. Investor disarankan fokus pada fundamental saham.
IHSG menguat 2,35% ke level 7.634 sepanjang pekan 13-17 April 2026, dengan kapitalisasi pasar Bursa melonjak Rp446 triliun menjadi Rp13.635 triliun.
Saham DEFI, WBSA, dan MDIA memimpin top gainers dengan kenaikan signifikan selama 13-17 April 2026, mendorong IHSG naik 2,35% ke level 7.634.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada 17 April 2026, didorong saham ASII, UNTR, dan BRPT. IHSG juga naik 0,28%.