Meneropong arah IHSG semester II/2026, asa di balik reformasi pasar modal

IHSG diprediksi volatil hingga Juni 2026 akibat rebalancing indeks global. Saham RI terdepak, memicu risiko outflow besar. Reformasi pasar modal jadi harapan.

Indeks Bisnis-27 dibuka melemah, saham INCO, AMRT, hingga JPFA turun ke zona merah

Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada 26 Mei 2026, dipimpin oleh penurunan saham INCO, AMRT, dan JPFA. Indeks bergerak di kisaran 442,17-444,02.

Saham RI didepak FTSE, BEI: Risiko jangka pendek reformasi pasar modal

Empat saham RI dikeluarkan dari FTSE Russell akibat reformasi BEI, memicu arus keluar dana asing jangka pendek, diharapkan menguntungkan jangka panjang.

IHSG sepekan tertekan ke 6.162, market cap Rp1.190 triliun lenyap

IHSG turun 8,35% ke 6.162, kapitalisasi pasar hilang Rp1.190 triliun. Transaksi harian naik 15,68%, investor asing jual bersih Rp41,63 triliun sepanjang 2026.

IHSG dibuka melemah 1,21% ke level 6.020, BBCA hingga TPIA terkoreksi

IHSG dibuka melemah 1,21% ke 6.020 pada 22 Mei 2026, dipicu minimnya katalis positif dan sentimen negatif eksternal, serta koreksi saham big caps seperti BBCA dan TPIA.

Ini penyebab IHSG tumbang usai libur panjang, ada efek MSCI hingga depresiasi rupiah

IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.

IHSG sepekan turun 3,53% ke 6.723, kapitalisasi pasar bursa menguap Rp581 triliun

IHSG turun 3,53% ke level 6.723 sepanjang perdagangan pekan ini, 11-13 Mei 2026 dengan kapitalisasi pasar berkurang Rp581 triliun menjadi Rp11.825 triliun.