Daftar saham penopang IHSG di tengah tekanan MSCI, ada SMMA, BRMS & INCO
Di tengah tekanan rebalancing MSCI, saham SMMA, BRMS hingga INCO menjadi penopang utama IHSG dan masuk ke dalam daftar 10 top leaders.
Di tengah tekanan rebalancing MSCI, saham SMMA, BRMS hingga INCO menjadi penopang utama IHSG dan masuk ke dalam daftar 10 top leaders.
Rencana kenaikan tarif royalti logam oleh Kementerian ESDM berdampak pada volatilitas pasar saham, terutama emiten timah dan emas, mulai Juni 2026.
Saham sektor energi dan logam mulia seperti EMAS, MDKA, dan AADI menjadi pendorong utama IHSG di tengah tekanan geopolitik dan arus keluar dana asing.
IHSG turun ke 6.956,80 pada April 2026, terendah di Asia. Saham komoditas seperti EMAS dan ADRO tetap cuan.
IHSG berpotensi rebound ke level 7.270 pada perdagangan hari ini, Rabu (29/4/2026). Saham BRIS, EMAS, INET, dan TLKM direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
Harga emas dunia fluktuatif akibat geopolitik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga, memicu koreksi saham tambang emas di BEI, namun ANTM dan BRMS tetap menguat.
Saham emas dan batu bara seperti EMAS dan AADI menjadi incaran asing jelang Lebaran, meski IHSG terkoreksi. Analis rekomendasikan AADI dan ARCI.
Saham EMAS, ARCI, dan PSAB melonjak setelah masuk GDXJ, efektif 20 Maret 2026, dengan EMAS optimistis raih laba 2026 berkat produksi emas di Tambang Pani.
Ketegangan AS-Israel vs Iran dorong saham migas AKRA, ELSA, ENRG naik, meski IHSG turun 1,82%. Sektor energi dan logam mulia jadi defensif utama.
IHSG diprediksi lanjut menguat, cek saham pilihan BNI Sekuritas: PANI, JPFA, BULL, EMAS, ENRG, RAJA. Waspadai koreksi jika IHSG tak tembus 8.450.