Kata bos BI soal cadangan devisa RI April 2026 capai US$146,2 miliar untuk jaga rupiah
Cadangan devisa Indonesia April 2026 mencapai US$146,2 miliar, cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Cadangan devisa Indonesia April 2026 mencapai US$146,2 miliar, cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Bank Indonesia diproyeksikan menaikkan BI Rate pada Mei 2026 untuk mengatasi pelemahan rupiah dan tekanan eksternal. Ekonom memprediksi kenaikan 25-50 bps.
Anggota DPR Primus Yustisio menyarankan Gubernur BI Perry Warjiyo mundur akibat depresiasi rupiah yang melemah hingga Rp17.600 per dolar AS.
Bank Indonesia intervensi pasar valas dengan cadangan devisa dan SRBI untuk stabilkan rupiah. Ekonom sarankan keseimbangan intervensi dan konservasi cadev.
Harga emas 2026 dipengaruhi kebijakan suku bunga oleh Kevin Warsh, yang akan menjadi Ketua The Fed baru pada pekan ini.
Bank Indonesia mengintervensi pasar untuk stabilisasi rupiah yang melemah dengan menggunakan cadangan devisa dan tujuh langkah strategis, termasuk intervensi valas dan optimalisasi SRBI.
Bank Indonesia diperkirakan menahan BI Rate di 4,75% pada April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan ekspektasi inflasi yang meningkat.
Bank Indonesia diprediksi menahan BI Rate di 4,75% pada RDG April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan risiko inflasi energi.
Harga emas dunia fluktuatif akibat geopolitik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga, memicu koreksi saham tambang emas di BEI, namun ANTM dan BRMS tetap menguat.
Posisi cadangan devisa Maret 2026 turun tipis dari level pada Februari 2026 yang tercatat sebesar US$151,9 miliar.