Normalisasi harga emas jadi peluang serok bawah saham ANTM & MDKA cs
Harga emas dunia fluktuatif akibat geopolitik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga, memicu koreksi saham tambang emas di BEI, namun ANTM dan BRMS tetap menguat.
Harga emas dunia fluktuatif akibat geopolitik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga, memicu koreksi saham tambang emas di BEI, namun ANTM dan BRMS tetap menguat.
Reksa dana saham menunjukkan performa terbaik dengan kenaikan indeks 3,65% year-to-date, didorong oleh penguatan IHSG dan saham big caps.
Rupiah melemah, inflow asing ke saham big caps bersifat jangka pendek dan oportunistik.
Trump mendorong DoJ menyelidiki Ketua The Fed Jerome Powell terkait perbedaan pandangan suku bunga dan dugaan penyalahgunaan dana renovasi, memicu kekhawatiran independensi The Fed.
Konflik Trump dan The Fed memicu sentimen “Sell America”, menekan dolar dan aset AS. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran atas independensi kebijakan moneter.
Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan Kevin Hassett dan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed, menggantikan Jerome Powell, dengan fokus pada kebijakan suku bunga.
The Fed memangkas suku bunga 0,25% ke level 3,50%-3,75% pada Desember 2025. Keputusan ini menuai perbedaan pandangan di internal dan kritik dari Donald Trump.
Harga emas naik 0,2% di tengah ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed. Pelaku pasar menanti data ekonomi AS untuk petunjuk lebih lanjut.
Investor Wall Street bersiap hadapi laporan keuangan pekan ini. Fokus pada kebijakan The Fed, valuasi saham, dan dampak AI. Penutupan pemerintah AS menambah ketidakpastian.
Harga emas melemah 0,5% ke US$3.845 per troy ounce setelah komentar pejabat The Fed Lorie Logan yang menyerukan kehati-hatian dalam pemangkasan suku bunga.