IHSG dibuka melemah 1,17%, tertekan sentimen perang global
IHSG dibuka melemah 1,17% tertekan sentimen perang global akibat gagalnya perundingan damai AS-Iran. Saham big caps seperti BBCA dan BBRI turut terkoreksi.
IHSG dibuka melemah 1,17% tertekan sentimen perang global akibat gagalnya perundingan damai AS-Iran. Saham big caps seperti BBCA dan BBRI turut terkoreksi.
Indeks Bisnis-27 naik 1,91% ke 497,40, dipimpin saham UNTR dan BBCA. Penguatan didorong meredanya ketegangan geopolitik dan fokus investor pada data ekonomi.
IHSG ditutup naik 0,39% ke 7.307,59 didorong oleh penguatan saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA.
IHSG dibuka turun 0,82% ke 7.217 pada 9/4/2026, dengan saham big caps seperti TLKM, BREN, dan ASII terkoreksi. IHSG rawan koreksi lebih lanjut.
IHSG turun 0,84% ke 7.218,42 akibat koreksi saham AMMN, UNVR, dan BREN. Meski demikian, optimisme pasar global meningkat setelah meredanya ketegangan AS-Iran.
IHSG diprediksi rawan koreksi pada 9 April 2026. Saham BRMS, BIPI, MBMA, dan PANI direkomendasikan untuk dibeli saat melemah. Sentimen positif meredanya perang AS-Iran.
IHSG naik 3,39% didorong pengumuman FTSE, mayoritas saham big caps menguat, termasuk BBCA dan BBRI. Indonesia tetap di kelas secondary emerging market.
IHSG ditutup melemah 0,26% ke 6.971,03 dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti BBRI, BMRI, dan AMMN.
IHSG turun 0,53% ke 6.989, dipicu sentimen global dan domestik negatif. Saham big caps seperti BBCA dan BREN melemah, sementara AMMN dan TLKM menguat.
Saham DSSA, MSIN, dan IMPC pimpin top leaders IHSG pekan ini meski indeks terkoreksi 0,99% ke level 7.026,78.