IHSG ditutup menguat 1,11% ke 6.195, saham DSSA, BREN hingga big banks tancap gas
IHSG naik 1,11% ke 6.195,42 pada 2 Juni 2026, didorong saham DSSA, BREN, dan big banks. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.918,65 triliun.
IHSG naik 1,11% ke 6.195,42 pada 2 Juni 2026, didorong saham DSSA, BREN, dan big banks. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.918,65 triliun.
Investor asing melepas saham di indeks MSCI Indonesia, dengan BBCA sebagai sasaran utama, Ifonti.com foreign sell Rp30,28 triliun hingga April 2026.
Saham TPIA, ADES, dan GZCO naik setelah promosi ke Papan Utama BEI, menunjukkan kenaikan harga signifikan pada perdagangan 29 Mei 2026.
Chandra Asri (TPIA) menjelaskan penjaminan 3,675 miliar saham oleh BRPT dan Prajogo Pangestu kepada bank, tidak berdampak material pada struktur kepemilikan.
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) akan membagikan dividen Rp6,0734 per saham dari laba bersih 2025. Pembayaran dijadwalkan pada 17 Juni 2026, dengan cum dividen pada 25 Mei 2026.
IHSG turun 0,35% ke 6.576,07, namun saham BMRI dan BBRI menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga BI akibat tekanan rupiah.
IHSG anjlok 3,21% karena saham TPIA, AMMN, dan DSSA turun belasan persen akibat rebalancing MSCI. Volatilitas pasar diprediksi tetap tinggi hingga akhir Mei.
Saham grup Prajogo Pangestu anjlok akibat rebalancing MSCI, mempengaruhi IHSG yang turun 3,53% pada 11-13 Mei 2026.
Sejumlah saham seperti SHIP, BREN, dan TPIA mengalami penurunan tajam selama periode 11-13 Mei 2026, dengan SHIP memimpin pelemahan sebesar 37,54%.
IHSG menguat ke 6.971,11 jelang review MSCI, didorong saham DSSA, TLKM, dan TPIA. Meski rebound, investor disarankan waspada koreksi.