Saham RI didepak FTSE, BEI: Risiko jangka pendek reformasi pasar modal
Empat saham RI dikeluarkan dari FTSE Russell akibat reformasi BEI, memicu arus keluar dana asing jangka pendek, diharapkan menguntungkan jangka panjang.
Empat saham RI dikeluarkan dari FTSE Russell akibat reformasi BEI, memicu arus keluar dana asing jangka pendek, diharapkan menguntungkan jangka panjang.
IHSG berpotensi uji level 6.000 akibat tekanan saham big caps, sentimen negatif global, dan kebijakan domestik. Investor disarankan pantau arus dana asing.
IHSG anjlok 3,21% karena saham TPIA, AMMN, dan DSSA turun belasan persen akibat rebalancing MSCI. Volatilitas pasar diprediksi tetap tinggi hingga akhir Mei.
IHSG memasuki Mei dengan sentimen “sell in May” di tengah ketidakpastian global dan isu MSCI, meski ada peluang rebound jika sentimen membaik.
IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat ketidakpastian geopolitik, volatilitas komoditas, dan arus dana asing. Fokus pada data ekonomi dan keputusan MSCI.
Enam saham LQ45, termasuk BREN dan UNVR, belum penuhi free float 15%, mempengaruhi likuiditas dan sensitivitas harga. Cocok bagi investor siap risiko tinggi.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.
Saham sektor konsumer, ritel, dan telekomunikasi diprediksi menguat usai Imlek dan jelang Ramadan, sementara sektor perbankan alami normalisasi.
Likuiditas pasar modal Indonesia tetap solid meski IPO BUMN absen pada 2026, berkat fokus pada reformasi struktur pasar dan peningkatan free float.
Investor asing Ifonti.com sell Rp14,46 triliun hingga Februari 2026, memicu tekanan IHSG. Peluang buy on weakness terbuka pada saham fundamental kuat pasca rebalancing MSCI.