Saham RI didepak FTSE, BEI: Risiko jangka pendek reformasi pasar modal

Empat saham RI dikeluarkan dari FTSE Russell akibat reformasi BEI, memicu arus keluar dana asing jangka pendek, diharapkan menguntungkan jangka panjang.

Tekanan saham big caps, IHSG rawan uji level psikologis 6.000 hari ini (21/5)

IHSG berpotensi uji level 6.000 akibat tekanan saham big caps, sentimen negatif global, dan kebijakan domestik. Investor disarankan pantau arus dana asing.

Saham TPIA, AMMN, dan DSSA anjlok belasan persen bikin IHSG tumbang

IHSG anjlok 3,21% karena saham TPIA, AMMN, dan DSSA turun belasan persen akibat rebalancing MSCI. Volatilitas pasar diprediksi tetap tinggi hingga akhir Mei.

Masuki Mei, IHSG dibayangi sentimen sell in May

IHSG memasuki Mei dengan sentimen “sell in May” di tengah ketidakpastian global dan isu MSCI, meski ada peluang rebound jika sentimen membaik.

IHSG diproyeksi bearish pekan depan, geopolitik hingga MSCI jadi sentimen

IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat ketidakpastian geopolitik, volatilitas komoditas, dan arus dana asing. Fokus pada data ekonomi dan keputusan MSCI.

Daftar saham LQ45 belum penuhi free float 15%, BREN, SCMA, hingga UNVR

Enam saham LQ45, termasuk BREN dan UNVR, belum penuhi free float 15%, mempengaruhi likuiditas dan sensitivitas harga. Cocok bagi investor siap risiko tinggi.

Deretan sektor saham potensial cuan saat suku bunga BI ditahan

Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.

Tahun Baru Imlek, pilah-pilih saham potensial cuan tahun kuda api

Saham sektor konsumer, ritel, dan telekomunikasi diprediksi menguat usai Imlek dan jelang Ramadan, sementara sektor perbankan alami normalisasi.

Likuiditas pasar dinilai tetap solid meski IPO BUMN absen pada 2026

Likuiditas pasar modal Indonesia tetap solid meski IPO BUMN absen pada 2026, berkat fokus pada reformasi struktur pasar dan peningkatan free float.

Investor asing terus keluar dari pasar saham, net sell sentuh Rp14,46 triliun

Investor asing Ifonti.com sell Rp14,46 triliun hingga Februari 2026, memicu tekanan IHSG. Peluang buy on weakness terbuka pada saham fundamental kuat pasca rebalancing MSCI.