Tekanan global belum surut, IHSG berpotensi rebound
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
OJK mengakui tantangan dalam memenuhi aturan free float 15% untuk mencegah saham gorengan, dengan kebijakan bertahap dan exit policy bagi perusahaan.
Pasar saham berpotensi bergejolak jelang aturan free float 15% oleh OJK, memicu tekanan jual pada emiten dengan likuiditas rendah.
OJK menargetkan lebih banyak saham Indonesia masuk indeks global MSCI dan FTSE dengan meningkatkan free float dari 7,5% menjadi 15% untuk meningkatkan investabilitas dan likuiditas pasar.
Investor asing kembali membeli saham Indonesia senilai Rp3,44 triliun meski IHSG turun 0,96% pada 3 Maret 2026, didorong reformasi pasar modal.
Calon emiten IPO di Indonesia menunda aksi karena kondisi pasar yang tidak stabil dan regulasi ketat. Hingga Februari 2026, belum ada IPO baru di BEI.
Transformasi pasar modal Indonesia meningkatkan kualitas emiten dan likuiditas, namun mengurangi volatilitas yang dicari trader harian. Fokus pada emiten besar dapat mengurangi ruang bagi perusahaan kecil dan menengah.
IHSG naik 1,5% di tengah pembatalan tarif Trump oleh MA AS, memicu arus beli asing. Investor disarankan fokus pada sektor consumer, energy, dan property.
Pasar saham Indonesia diuji dengan kebijakan peningkatan free float dari 7,5% ke 15%.
Enam saham LQ45, termasuk BREN dan UNVR, belum penuhi free float 15%, mempengaruhi likuiditas dan sensitivitas harga. Cocok bagi investor siap risiko tinggi.