Saham RI didepak FTSE, BEI: Risiko jangka pendek reformasi pasar modal

Empat saham RI dikeluarkan dari FTSE Russell akibat reformasi BEI, memicu arus keluar dana asing jangka pendek, diharapkan menguntungkan jangka panjang.

OJK dorong saham RI naik kelas di MSCI & indeks global, bidik aliran dana asing

OJK bakal mengawal emiten potensial agar masuk ke indeks global seperti MSCI dengan memenuhi parameter kapitalisasi pasar, free float dan transparansi.

Ratusan emiten belum free float 15%, siap-siap banjir suplai saham!

Ratusan emiten di BEI belum penuhi free float 15%, suplai saham diprediksi naik signifikan pada 2027-2029. Opsi aksi korporasi termasuk rights issue.

IHSG tinggalkan 7.000, peluang akumulasi saham murah

IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.

Efek MSCI: Dana asing tertahan, IHSG tertekan

IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI yang menahan dana asing, memicu outflow hingga Rp15 triliun. Investor domestik berperan penting menyerap tekanan jual.

Free float 15% jadi katalis dorong konsolidasi BUMN, IPO jumbo, dan likuiditas pasar

Kebijakan free float 15% mendorong konsolidasi BUMN, IPO besar, dan likuiditas pasar. Konsolidasi meningkatkan daya tarik investor dan efisiensi pendanaan.

Efektif Mei 2026 BEI perketat kriteria saham indeks IDX80

BEI akan memperketat kriteria saham IDX80 mulai Mei 2026 untuk mencerminkan dinamika pasar. Perubahan meliputi likuiditas, free float, dan konsentrasi kepemilikan.

MI sebut untung-rugi pengumuman MSCI terhadap IHSG

Pengumuman MSCI memicu tekanan jual jangka pendek pada IHSG, terutama saham dengan free float rendah. Investor disarankan fokus pada fundamental saham.

Tekanan global belum surut, IHSG berpotensi rebound

IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.