Risiko oversupply saham saat ratusan emiten kejar free float 15%
Ratusan emiten tercatat belum memenuhi ketentuan free float minimal 15% dan berpotensi meningkatkan suplai saham di pasar dalam beberapa tahun ke depan.
Ratusan emiten tercatat belum memenuhi ketentuan free float minimal 15% dan berpotensi meningkatkan suplai saham di pasar dalam beberapa tahun ke depan.
Ratusan emiten di BEI belum penuhi free float 15%, suplai saham diprediksi naik signifikan pada 2027-2029. Opsi aksi korporasi termasuk rights issue.
Widodo Makmur Perkasa (WMPP) berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan hingga 8,5 miliar saham baru untuk memperbaiki struktur modal.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. akan menggelar rights issue 21,87 miliar saham baru untuk memperkuat modal kerja dan mendukung ekspansi bisnis.
Panca Global Kapital (PEGE) bakal menggelar rights issue sebanyak 944,47 juta saham baru disertai insentif Waran Seri II guna memperkuat struktur permodalan.
PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM) berencana rights issue 1,36 miliar saham untuk ekspansi, termasuk membangun 50 bioskop baru di Indonesia.
Rights issue tetap prospektif meski pasar saham fluktuatif, menawarkan fleksibilitas pendanaan tanpa menambah utang. Timing dan fundamental kuat penting bagi keberhasilan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat mayoritas calon emiten yang mengantre masuk dalam kategori aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.
Saham BNBR dan MEGA bersinar berkat aksi korporasi, dengan BNBR naik 76,86% dan MEGA naik 40,28% dalam sepekan. Aksi ini melibatkan rights issue dan pembagian saham bonus.
PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) berencana rights issue 6,1 miliar saham baru untuk modal kerja dan konversi hak tagih, dengan RUPSLB pada 2 April 2026.