Indeks Bisnis-27 ditutup melemah, seiring IHSG ambles hari ini (3/6)
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
IHSG sesi I turun 4,95% ke 5.889,49 akibat koreksi saham besar. Investor fokus pada stabilitas rupiah dan kebijakan The Fed.
Rebalancing MSCI-FTSE memicu outflow asing, menekan harga saham dan kapitalisasi pasar. Saham BBCA, BBRI, dan lainnya tetap dominan di bursa Indonesia.
IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
IHSG diprediksi volatil hingga Juni 2026 akibat rebalancing indeks global. Saham RI terdepak, memicu risiko outflow besar. Reformasi pasar modal jadi harapan.
IHSG menguat 1,10% ke 6.162,05 pada Jumat (22/5/2026) setelah sebelumnya selalu ditutup di zona merah sepanjang pekan.
IHSG berpotensi rebound didorong rotasi modal asing ke saham blue chip perbankan, meski tertekan rebalancing MSCI. Outflow asing diprediksi melandai.
IHSG turun 3,53% ke level 6.723 sepanjang perdagangan pekan ini, 11-13 Mei 2026 dengan kapitalisasi pasar berkurang Rp581 triliun menjadi Rp11.825 triliun.
OJK menilai valuasi pasar saham Indonesia saat ini atraktif meskipun ada tekanan pasar akibat dinamika global dan domestik.
OJK bakal mengawal emiten potensial agar masuk ke indeks global seperti MSCI dengan memenuhi parameter kapitalisasi pasar, free float dan transparansi.