IHSG diprediksi bergerak terbatas pekan depan, rupiah dan sentimen global jadi sorotan
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.000-6.300 pekan depan, dipengaruhi sentimen global, pelemahan rupiah, dan rebalancing MSCI.
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.000-6.300 pekan depan, dipengaruhi sentimen global, pelemahan rupiah, dan rebalancing MSCI.
IHSG diprediksi volatil pada 29 Mei 2026 akibat rebalancing MSCI. Meski ada tekanan, pasar dinilai akan lebih stabil ke depan.
Sejumlah saham konglomerat Indonesia berisiko ARB setelah rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026. Nasibnya bergantung pada daya serap pasar terhadap saham yang dilepas.
IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
IHSG berpotensi rebound terbatas hari ini, 26 Mei 2026. Cermati saham SUPA, HRTA, dan MAPA. Pasar masih volatil karena negosiasi Iran-AS dan rebalancing MSCI.
PT Ashmore Asset Management Indonesia mengadopsi strategi berhati-hati namun oportunistis di pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian global.
IHSG melemah 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen negatif MSCI dan rupiah, tetapi saham TLKM dan PTBA tetap kuat.
IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.
Saham grup Prajogo Pangestu anjlok akibat rebalancing MSCI, mempengaruhi IHSG yang turun 3,53% pada 11-13 Mei 2026.
Di tengah tekanan rebalancing MSCI, saham SMMA, BRMS hingga INCO menjadi penopang utama IHSG dan masuk ke dalam daftar 10 top leaders.