IHSG Sesi I Ambles 4,95%, Terparkir di Level 5.889,49
IHSG sesi I turun 4,95% ke 5.889,49 akibat koreksi saham besar. Investor fokus pada stabilitas rupiah dan kebijakan The Fed.
IHSG sesi I turun 4,95% ke 5.889,49 akibat koreksi saham besar. Investor fokus pada stabilitas rupiah dan kebijakan The Fed.
IHSG dibuka melemah ke 6.194, terhambat saham big caps seperti BBCA dan BREN. Meski demikian, beberapa saham seperti BBRI dan BMRI menguat. Inflasi dan PMI manufaktur menjadi sentimen pasar.
IHSG ditutup melemah 1,23% ke level 6.130,19 dengan 461 saham mengalami penurunan, termasuk saham INCO, ASII, dan AMRT.
Indeks Bisnis-27 ditutup di zona merah dengan pelemahan signifikan dari saham INCO, ASII, dan AMRT.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada 26 Mei 2026, dipimpin oleh penurunan saham INCO, AMRT, dan JPFA. Indeks bergerak di kisaran 442,17-444,02.
IHSG naik 0,55% ke 6.353 dengan saham big caps seperti BBCA dan MORA menguat. Pidato Prabowo dan kenaikan BI Rate menjadi sentimen pasar utama.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,15% ke 446,08, namun saham MIKA, TLKM, dan JPFA tetap menguat. Pelemahan dipicu rumor pengaturan ekspor komoditas.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,73% ke 456,43, tetapi saham ASII, TLKM, dan MEDC menguat.
IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.
IHSG anjlok 3,21% karena saham TPIA, AMMN, dan DSSA turun belasan persen akibat rebalancing MSCI. Volatilitas pasar diprediksi tetap tinggi hingga akhir Mei.