Tekanan saham big caps, IHSG rawan uji level psikologis 6.000 hari ini (21/5)
IHSG berpotensi uji level 6.000 akibat tekanan saham big caps, sentimen negatif global, dan kebijakan domestik. Investor disarankan pantau arus dana asing.
IHSG berpotensi uji level 6.000 akibat tekanan saham big caps, sentimen negatif global, dan kebijakan domestik. Investor disarankan pantau arus dana asing.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,15% ke 446,08, namun saham MIKA, TLKM, dan JPFA tetap menguat. Pelemahan dipicu rumor pengaturan ekspor komoditas.
IHSG dibuka naik tipis 0,04% ke 6.602, dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap hasil RDG BI yang mungkin menaikkan suku bunga akibat pelemahan rupiah.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,22% ke 455,41, namun saham BRMS, ANTM, dan BUMI tetap menguat. Analis prediksi IHSG rawan koreksi.
IHSG diprediksi melemah, namun saham MAPA, PNLF, dan BDMN direkomendasikan oleh BRI Danareksa Sekuritas. Pasar fokus pada royalti mineral dan rebalancing MSCI.
IHSG diprediksi bergerak terbatas pada 7 Mei 2026, dengan saham ESSA, ENRG, dan KOTA direkomendasikan. Perhatikan geopolitik dan rupiah.
IHSG turun 0,48% ke 7.072 pada 28 April 2026, dipengaruhi saham AMMN, DSSA, dan TPIA yang melemah. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.617 triliun.
IHSG turun ke 7.058,85 di tengah kekhawatiran pasar menanti rapat FOMC terakhir Jerome Powell dan ketidakpastian geopolitik.
IHSG diprediksi melemah ke 7.022-7.115 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026). Saham ADMR, BULL, DAAZ, dan HRTA direkomendasikan untuk “buy on weakness”.
IHSG sesi I turun 3,06% ke 7.152,85 dengan 670 saham melemah. Pelemahan Rupiah dan harga minyak tinggi menjadi sentimen negatif.