IHSG ditutup menguat 1,11% ke 6.195, saham DSSA, BREN hingga big banks tancap gas
IHSG naik 1,11% ke 6.195,42 pada 2 Juni 2026, didorong saham DSSA, BREN, dan big banks. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.918,65 triliun.
IHSG naik 1,11% ke 6.195,42 pada 2 Juni 2026, didorong saham DSSA, BREN, dan big banks. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.918,65 triliun.
Investor asing melepas saham di indeks MSCI Indonesia, dengan BBCA sebagai sasaran utama, Ifonti.com foreign sell Rp30,28 triliun hingga April 2026.
IHSG dibuka naik tipis 0,03% ke 6.208, dengan saham CUAN, BRPT, dan DEWA memimpin penguatan. Analis memprediksi potensi rebound terbatas di tengah volatilitas pasar.
IHSG anjlok 3,21% karena saham TPIA, AMMN, dan DSSA turun belasan persen akibat rebalancing MSCI. Volatilitas pasar diprediksi tetap tinggi hingga akhir Mei.
MSCI mengumumkan penghapusan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.
IHSG turun 4,63% sepekan, saham MORA, BBRI, dan BBCA jadi top leaders, sementara AMMN dan DSSA jadi top laggards.
IHSG dibuka naik 0,97% ke 7.023,96, didorong saham TPIA, BREN, dan AMMN. Sebanyak 360 saham menguat, kapitalisasi pasar Rp12.561,88 triliun.
IHSG turun 0,48% ke 7.072 pada 28 April 2026, dipengaruhi saham AMMN, DSSA, dan TPIA yang melemah. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.617 triliun.
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.