IHSG diproyeksi lanjut koreksi ke 6.645, cermati saham ANTM, MDKA & PTRO
IHSG diperkirakan melanjutkan koreksi menuju area 6.645-6.838 dengan tekanan jual yang masih dominan. Cek rekomendasi saham ANTM, KLBF, MDKA dan PTRO.
IHSG diperkirakan melanjutkan koreksi menuju area 6.645-6.838 dengan tekanan jual yang masih dominan. Cek rekomendasi saham ANTM, KLBF, MDKA dan PTRO.
IHSG diprediksi lanjut koreksi 11 Mei 2026, cermati saham AADI, BULL, INCO, dan MAPA untuk strategi “buy on weakness”.
IHSG dibuka turun 0,87% ke 7.039,67 pada 30 April 2026, dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti DSSA, BYAN, dan BBCA. Investor menanti hasil pertemuan The Fed.
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.
IHSG berisiko koreksi ke level 7.245-7.354. Cermati saham ADRO, INKP, dan WIFI untuk strategi “buy on weakness” pada 24 April 2026.
IHSG berisiko koreksi ke 7.245-7.447, cermati saham BRPT, CDIA, PTRO, dan RATU untuk peluang beli pada kelemahan.
IHSG diprediksi melanjutkan koreksi ke level 7.245–7.527 pada perdagangan Selasa (21/4). Cermati saham MBMA, PTBA, TAPG & VKTR untuk peluang beli saat melemah.
Indeks Bisnis-27 turun 0,81% meski saham INCO, ADRO, INKP, dan NCKL naik. IHSG melemah 0,68% ke 7.623,59 dengan 411 saham meningkat.
Aktivitas IPO di Indonesia diproyeksikan meningkat pada semester II/2026, meski tantangan global dan regulasi ketat membuat perusahaan lebih selektif.
IHSG dibuka turun 0,82% ke 7.217 pada 9/4/2026, dengan saham big caps seperti TLKM, BREN, dan ASII terkoreksi. IHSG rawan koreksi lebih lanjut.