IHSG dibuka koreksi 0,87% menjadi 7.039, saham DSSA, BYAN hingga BBCA membebani
IHSG dibuka turun 0,87% ke 7.039,67 pada 30 April 2026, dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti DSSA, BYAN, dan BBCA. Investor menanti hasil pertemuan The Fed.
IHSG dibuka turun 0,87% ke 7.039,67 pada 30 April 2026, dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti DSSA, BYAN, dan BBCA. Investor menanti hasil pertemuan The Fed.
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.
IHSG berisiko koreksi ke level 7.245-7.354. Cermati saham ADRO, INKP, dan WIFI untuk strategi “buy on weakness” pada 24 April 2026.
IHSG berisiko koreksi ke 7.245-7.447, cermati saham BRPT, CDIA, PTRO, dan RATU untuk peluang beli pada kelemahan.
IHSG diprediksi melanjutkan koreksi ke level 7.245–7.527 pada perdagangan Selasa (21/4). Cermati saham MBMA, PTBA, TAPG & VKTR untuk peluang beli saat melemah.
Indeks Bisnis-27 turun 0,81% meski saham INCO, ADRO, INKP, dan NCKL naik. IHSG melemah 0,68% ke 7.623,59 dengan 411 saham meningkat.
Aktivitas IPO di Indonesia diproyeksikan meningkat pada semester II/2026, meski tantangan global dan regulasi ketat membuat perusahaan lebih selektif.
IHSG dibuka turun 0,82% ke 7.217 pada 9/4/2026, dengan saham big caps seperti TLKM, BREN, dan ASII terkoreksi. IHSG rawan koreksi lebih lanjut.
IHSG berpotensi rebound terbatas ke 7.020-7.050, dipengaruhi ketegangan AS-Iran. Investor waspada jika gagal tembus 7.050, rentan koreksi.
IHSG diprediksi lanjut koreksi ke 6.745-6.849. Saham AKRA, BMRI, CMRY, dan INKP direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.