IHSG bidik area 7.843 usai melonjak 2,34%, cermati saham BBNI, HRTA hingga NICL
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.700-7.843 setelah melonjak 2,34% ke 7.675 pada perdagangan sebelumnya.
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.700-7.843 setelah melonjak 2,34% ke 7.675 pada perdagangan sebelumnya.
IHSG berpotensi rebound terbatas ke 7.020-7.050, dipengaruhi ketegangan AS-Iran. Investor waspada jika gagal tembus 7.050, rentan koreksi.
IHSG diprediksi tertekan, cermati saham BKSL, BRPT, ITMG, dan TKIM untuk peluang beli dengan strategi “spec buy” dan “buy on weakness”.
IHSG diprediksi rebound setelah menyentuh titik bottom, menawarkan peluang bagi investor untuk menambah koleksi saham berkualitas dengan harga murah.
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan dengan menguji level resistance 7.400 pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2026).
IHSG berpotensi uji level 7.200 usai libur Lebaran. Saham pilihan: BBYB, EXCL, MBMA, HRTA. Rekomendasi buy on weakness untuk perdagangan 25 Maret 2026.
IHSG berisiko koreksi ke 6.745-6.887 pada hari ini, Selasa (17/3/2026). Cermati saham BBCA, INDY, SUPA, dan TINS untuk peluang beli saat harga melemah.
IHSG diprediksi bergerak terbatas di 8.230-8.430, investor wait and see. Rekomendasi beli saham ADMR, AHAP, PADI, dan jual VISI.
IHSG diprediksi menguat ke level 8.450, didukung sentimen positif dari pembatalan tarif AS dan persetujuan MSCI. Saham pilihan Phintraco: BBRI, BRPT, UNVR.
IHSG berpotensi menguat ke level 9.123-9.151 setelah mencapai all time high 9.133, meski volume beli mulai menurun. Cermati saham INET, JPFA & SMRA.