Ketidakpastian regulasi ekspor satu pintu picu ‘rebound semu’ pasar saham
Ketidakpastian regulasi ekspor satu pintu memicu volatilitas pasar saham, dengan IHSG mengalami rebound semu dan diprediksi akan kembali turun.
Ketidakpastian regulasi ekspor satu pintu memicu volatilitas pasar saham, dengan IHSG mengalami rebound semu dan diprediksi akan kembali turun.
IHSG dibuka melemah 1,21% ke 6.020 pada 22 Mei 2026, dipicu minimnya katalis positif dan sentimen negatif eksternal, serta koreksi saham big caps seperti BBCA dan TPIA.
OJK menilai pelemahan IHSG ke 6.396,26 wajar, dipicu tensi geopolitik dan kebijakan moneter global, serta rebalancing MSCI. Indeks tetap mencerminkan fundamental pasar.
IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.
Indeks Bisnis-27 melemah akibat sentimen negatif MSCI, dengan saham INCO dan BBRI turun.
IHSG diprediksi rentan koreksi pada 11 Mei 2026. Rekomendasi saham: AADI, BULL, INCO, MAPA dengan strategi “buy on weakness”. Target harga dan stoploss disediakan.
IHSG berisiko koreksi ke level 7.245-7.354. Cermati saham ADRO, INKP, dan WIFI untuk strategi “buy on weakness” pada 24 April 2026.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang cuan di sektor saham perbankan dan konsumer, meski risiko outflow masih ada.
Pengumuman MSCI memicu tekanan jual jangka pendek pada IHSG, terutama saham dengan free float rendah. Investor disarankan fokus pada fundamental saham.
IHSG diprediksi terkoreksi, saham BUMI, RAJA, MINA direkomendasikan beli saat lemah. Target harga BUMI Rp266-Rp280, RAJA Rp4.760-Rp5.200.