OJK sebut pelemahan IHSG ke level 6.396,26 masih dalam tahap wajar
OJK menilai pelemahan IHSG ke 6.396,26 wajar, dipicu tensi geopolitik dan kebijakan moneter global, serta rebalancing MSCI. Indeks tetap mencerminkan fundamental pasar.
OJK menilai pelemahan IHSG ke 6.396,26 wajar, dipicu tensi geopolitik dan kebijakan moneter global, serta rebalancing MSCI. Indeks tetap mencerminkan fundamental pasar.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendorong BEI memperkuat regulasi untuk meningkatkan kepercayaan investor lokal dan global di pasar modal Indonesia.
IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.
Reformasi pasar modal Indonesia meningkatkan transparansi dan daya tahan IHSG. Meski tekanan global ada, sejarah menunjukkan IHSG pulih cepat.
IHSG dan rupiah melemah akibat gejolak Timur Tengah, menekan fiskal negara. Pemerintah perlu evaluasi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Kebijakan free float 15% mendorong konsolidasi BUMN, IPO besar, dan likuiditas pasar. Konsolidasi meningkatkan daya tarik investor dan efisiensi pendanaan.
Sejumlah emiten, termasuk AADI, UNTR, dan KLBF, berencana buyback saham triliunan rupiah untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan kepercayaan investor.
Lesunya aktivitas IPO mendorong maraknya pergantian pemegang saham pengendali dan praktik backdoor listing sebagai jalur alternatif masuk bursa.
Aktivitas IPO di Indonesia diproyeksikan meningkat pada semester II/2026, meski tantangan global dan regulasi ketat membuat perusahaan lebih selektif.
Saham VKTR naik 4,42% setelah Prabowo resmikan pabrik kendaraan listrik di Magelang, mendukung transisi energi bersih di Indonesia.