OJK sebut pelemahan IHSG ke level 6.396,26 masih dalam tahap wajar
OJK menilai pelemahan IHSG ke 6.396,26 wajar, dipicu tensi geopolitik dan kebijakan moneter global, serta rebalancing MSCI. Indeks tetap mencerminkan fundamental pasar.
OJK menilai pelemahan IHSG ke 6.396,26 wajar, dipicu tensi geopolitik dan kebijakan moneter global, serta rebalancing MSCI. Indeks tetap mencerminkan fundamental pasar.
Bursa Efek Indonesia akan buka kembali Senin (4/5/2026) setelah libur Hari Buruh. IHSG melemah sebelum libur, dipengaruhi oleh koreksi saham big caps.
Bursa saham AS terkoreksi dua hari berturut-turut meski ada harapan dari pembukaan Selat Hormuz. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 turun 0,3%.
Wall Street menguat didorong reli saham teknologi, dengan S&P 500 naik 0,60% dan Nasdaq 0,55%.
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
Wall Street ditutup variatif; Dow naik, Nasdaq turun. The Fed sinyalkan kebijakan longgar, sektor material dan keuangan menguat, Oracle anjlok.
Wall Street menguat setelah The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin, dengan mayoritas sektor S&P 500 naik. Proyeksi PDB AS 2026 naik jadi 2,3%.
Danantara Investment Management disebut akan menyalurkan sekitar US$10 miliar atau Rp165,83 triliun dalam tiga bulan pertama operasionalnya mulai Oktober 2025.
Wall Street menanti keputusan The Fed terkait suku bunga minggu ini, dengan ekspektasi pemangkasan 25 basis poin untuk merespons pelemahan pasar tenaga kerja AS.
Wall Street menguat karena harapan The Fed akan memangkas suku bunga. S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor, sementara Dow Jones naik signifikan.