Menerka Aksi Lanjutan Danantara Usai Borong Saham GOTO
BPI Danantara membeli saham GOTO untuk profit, tanpa rencana aksi lanjutan. Investasi ini mendukung restrukturisasi bisnis GOTO demi keuntungan pengemudi.
BPI Danantara membeli saham GOTO untuk profit, tanpa rencana aksi lanjutan. Investasi ini mendukung restrukturisasi bisnis GOTO demi keuntungan pengemudi.
Danantara berencana IPO PT Denera pada 2028 untuk proyek Waste-to-Energy di Indonesia, dengan target 33 proyek selesai dilelang tahun ini dan investasi US$5 miliar.
Danantara telah mengakuisisi saham GOTO dan berencana menambah porsi secara bertahap. Langkah ini bertujuan menurunkan komisi aplikator ojol menjadi 8% sesuai instruksi Presiden Prabowo.
Danantara menanggapi isu akuisisi saham ojol, menekankan evaluasi peluang pasar dengan prinsip kehati-hatian. Kebijakan ini bertujuan menurunkan potongan biaya untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi sesuai Perpres No. 27/2026.
BRI Danareksa rekomendasikan saham BUMN 2026: BMRI, JSMR, TLKM, didukung reformasi tata kelola dan kepercayaan investor. Target harga: BMRI Rp5.500, JSMR Rp4.750, TLKM Rp4.000.
Dengan masuknya aliran Danantara, BEI berharap lebih banyak perusahaan BUMN melantai di bursa untuk meningkatkan opsi & kontribusi investor institusi domestik.
Direktur BEI Iman Rachman optimis BUMN bisa IPO setelah Danantara siap investasi besar di pasar modal, dorong investor institusi domestik lebih aktif.
Pemerintah Indonesia, didukung Danantara, akan investasi Rp20 triliun untuk peternakan ayam guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis mulai 2026, memicu fluktuasi saham emiten ayam.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menargetkan dividen BUMN 2025 mencapai Rp140 triliun. Fokus pada transparansi keuangan dan restrukturisasi BUMN.
Rencana injeksi likuiditas Danantara Indonesia menjadi harapan baru untuk menahan kejatuhan IHSG di tengah gejolak pasar global.