Prospek saham BRIS dan BTPS usai catat kinerja solid kuartal I/2026

Ifonti.com , JAKARTA — Pertumbuhan sektor perbankan syariah pada kuartal I/2026 mulai memicu aksi beli selektif terhadap saham pelat merah PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) serta PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS).

Tren positif industri ini melaju di atas rata-rata perbankan nasional meskipun tengah menghadapi tantangan ketatnya likuiditas global. Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Maret 2026, pangsa pasar (market share) perbankan syariah nasional kini merangkak naik ke level 7,51%.

Pertumbuhan pembiayaan berbasis syariah juga melesat hingga 9,82% year on year (YoY). Capaian tersebut tercatat melampaui pertumbuhan kredit perbankan konvensional yang bergerak lebih moderat pada periode yang sama.

: BI Rate Naik, BSI (BRIS) Jaga Pertumbuhan Pembiayaan dan Likuiditas

Co-Founder Pasar Dana Hans Kwee menilai bahwa kokohnya fundamental industri menempatkan saham emiten perbankan syariah pada momentum yang menarik. Dia pun merekomendasikan strategi investasi yang terukur untuk penguatan portofolio jangka menengah hingga panjang.

“Strategi akumulasi beli untuk saham bank syariah, khususnya di tengah momentum pertumbuhan industri yang masih kuat,” kata Hans Kwee dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/5/2026).

: : Bos BSI (BRIS) Beberkan Motor Penggerak Pertumbuhan Laba Kuartal I/2026

Berdasarkan analisisnya, target harga untuk saham BRIS diproyeksikan berada di kisaran Rp3.100 hingga Rp3.300 per saham. Untuk BTPS, harga saham diperkirakan berpotensi menuju level Rp1.500 hingga Rp1.700 per saham.

Di lantai bursa, kedua emiten perbankan syariah ini dinilai memiliki karakteristik pergerakan dan daya tarik yang berbeda bagi para pelaku pasar.

: : BTPN Syariah (BTPS) Cetak Laba Rp319 Miliar Kuartal I/2026

Saham BRIS dinilai cenderung defensif dengan fundamental yang relatif lebih kuat dan stabil. Meski pergerakan harganya bergerak lebih lambat, saham perseroan dianggap lebih aman untuk kebutuhan investasi jangka panjang.

Pada kuartal I/2026, BRIS mengantongi kenaikan laba bersih hingga 17,1% YoY serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,99% YoY. 

Kinerja tersebut ditopang oleh lonjakan fee-based income dari bisnis cicil dan tabungan emas, serta agresifnya pembiayaan segmen wholesale dan proyek infrastruktur BUMN yang tumbuh 12,59%.

Sebaliknya, saham BTPS memiliki karakter yang lebih agresif dengan fluktuasi yang cukup tinggi di pasar ritel. Namun, emiten ini menawarkan potensi pertumbuhan (growth story) yang tinggi ke depan, terutama sejalan dengan proyeksi pemulihan daya beli masyarakat pada segmen ultra mikro.

Secara umum, ekspansi bisnis emiten bank syariah juga diuntungkan oleh mesin pertumbuhan baru dari ekosistem haji dan umrah. Digitalisasi tabungan haji yang menyasar generasi muda sukses menjaring 1,2 juta nasabah baru, sekaligus mengamankan struktur dana murah yang stabil.

 _______

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.