Prospek saham BRIS dan BTPS usai catat kinerja solid kuartal I/2026
Pertumbuhan sektor perbankan syariah yang melaju di atas rata-rata industri pada kuartal I/2026 mendorong prospek saham BRIS dan BTPS.
Pertumbuhan sektor perbankan syariah yang melaju di atas rata-rata industri pada kuartal I/2026 mendorong prospek saham BRIS dan BTPS.
Investor disarankan fokus pada saham fundamental kuat seperti BBRI, BMRI, TLKM, dan ADRO untuk Ifonti.com sell asing yang menekan rupiah dan IHSG.
Analis merekomendasikan saham AADI dan LSIP sebagai pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Saham AMRT & MIDI tetap defensif meski ada Kopdes Merah Putih. Prospek 2026 didukung ekspansi gerai dan produk margin tinggi.
IHSG turun 17,81% di Q1 2026. Analis sarankan beli saham diskon dan dividen tinggi, fokus pada diversifikasi dan strategi value investing.
Investor asing Ifonti.com sell Rp14,46 triliun hingga Februari 2026, memicu tekanan IHSG. Peluang buy on weakness terbuka pada saham fundamental kuat pasca rebalancing MSCI.
Ciptadana Sekuritas mempertahankan proyeksi IHSG 2026 di 8.960-9.600 meski tertekan pengumuman MSCI. Investor disarankan fokus pada saham defensif dan domestik.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.
Pada 2025, investor asing banyak menjual saham bank besar Indonesia seperti BBCA dan BMRI. Namun, pada 2026, diprediksi aliran dana asing akan kembali ke saham-saham ini karena suku bunga global yang lebih rendah dan prospek ekonomi yang membaik.
Saham sektor kesehatan menarik untuk investasi jangka panjang karena defensif dan menguntungkan. Konglomerat seperti Grup Djarum dan Astra memborong saham PT Medikaloka Hermina.