IHSG diramal volatil Rabu (20/5), pasar tunggu pidato Prabowo & keputusan BI rate
IHSG diperkirakan masih volatil pada Rabu (20/5/2026) seiring pasar menanti pidato Presiden Prabowo di paripura DPR dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
IHSG diperkirakan masih volatil pada Rabu (20/5/2026) seiring pasar menanti pidato Presiden Prabowo di paripura DPR dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
DPR berencana panggil BI dan Purbaya usai rupiah tembus Rp17.500 per dolar AS. Puan Maharani tekankan pentingnya antisipasi kebijakan ekonomi dan fiskal.
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menyoroti risiko sistemik di era arsitektur keuangan baru, menekankan pentingnya koordinasi dan otonomi lembaga keuangan.
Gubernur BI dan Menkeu Purbaya berkomitmen menjaga inflasi dan defisit APBN di bawah 3% pada pertemuan IMF di AS, fokus pada stabilitas ekonomi dan transformasi struktural.
IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1% akibat perang Timur Tengah, memicu inflasi dan ketidakstabilan keuangan.
Bank Indonesia membeli SBN pemerintah senilai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026, sebagai sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk stabilitas ekonomi.
IHSG berpotensi rebound ke 9.000 pada akhir 2026 jika ketegangan geopolitik mereda, kebijakan fiskal stabil, dan reformasi pasar diterima positif oleh MSCI.
Bank Indonesia dan Kemenkeu sepakat melanjutkan debt switching SBN senilai Rp174 triliun tahun ini, tanpa istilah burden sharing, untuk mendukung kebijakan fiskal dan moneter.
IMF mengusulkan kenaikan PPh 21 untuk menekan defisit APBN, namun CITA mengkritik karena bisa jadi beban kelas menengah.
Investor asing Ifonti.com sell Rp14,46 triliun hingga Februari 2026, memicu tekanan IHSG. Peluang buy on weakness terbuka pada saham fundamental kuat pasca rebalancing MSCI.