Rupiah dinilai undervalue, BI habis-habisan intervensi hingga kerek yield SRBI
Bank Indonesia intervensi pasar dan naikkan yield SRBI untuk stabilkan rupiah yang undervalued, menarik modal asing, dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia intervensi pasar dan naikkan yield SRBI untuk stabilkan rupiah yang undervalued, menarik modal asing, dan menjaga stabilitas ekonomi.
Indeks Bisnis-27 turun 0,52% ke 494,45 karena sentimen global dan ketegangan geopolitik. Saham BBRI dan TLKM jadi penekan, sementara UNTR dan ASRI menguat.
Posisi cadangan devisa Maret 2026 turun tipis dari level pada Februari 2026 yang tercatat sebesar US$151,9 miliar.
Bank Indonesia akan intervensi rupiah di pasar offshore selama libur Lebaran 2026 untuk mengantisipasi gejolak Timur Tengah dan menjaga stabilitas ekonomi.
IHSG berpotensi rebound ke 9.000 pada akhir 2026 jika ketegangan geopolitik mereda, kebijakan fiskal stabil, dan reformasi pasar diterima positif oleh MSCI.
IHSG turun 1,6% akibat konflik AS-Iran, sementara saham ANTM, BRMS, dan EMAS naik. Investor diimbau tetap tenang dan fokus pada analisis fundamental.
Pemerintah dan BI lakukan debt switch Rp173,4 triliun di 2026 untuk stabilkan yield SBN, namun risiko ketergantungan bisa turunkan kepercayaan investor.
Harga emas naik akibat ketidakpastian geopolitik Ukraina dan prospek suku bunga The Fed. Emas spot di US$4.070,39 per troy ounce, turun 0,17%.
Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp289,9 triliun, mayoritas melalui debt switching, untuk mendukung anggaran pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bursa Asia melemah setelah Trump pecat Gubernur The Fed Lisa Cook, memicu kekhawatiran independensi bank sentral dan mengguncang pasar global.