Rupiah dinilai undervalue, BI habis-habisan intervensi hingga kerek yield SRBI
Bank Indonesia intervensi pasar dan naikkan yield SRBI untuk stabilkan rupiah yang undervalued, menarik modal asing, dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia intervensi pasar dan naikkan yield SRBI untuk stabilkan rupiah yang undervalued, menarik modal asing, dan menjaga stabilitas ekonomi.
IHSG ditutup menguat 0,64% ke ATH baru 9.133,87 pada 19 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar Rp16.670 triliun. Saham BUMI, BBCA, dan BBRI aktif diperdagangkan.
Transmisi pelonggaran BI ke kredit tertahan karena lemahnya permintaan dan risiko tinggi. Bank tetap hati-hati, meski BI sudah menurunkan suku bunga.
Saham otomotif seperti ASII dan IMAS tetap menguat meski penjualan mobil turun 11,3% yoy hingga Q3 2025. Kebijakan moneter longgar BI mendukung tren ini.
RUU Perubahan Omnibus Law Keuangan dibahas, memperluas mandat BI, OJK, dan LPS untuk mendukung sektor riil dan lapangan kerja, serta memperkuat pengawasan.
Bank Indonesia mendukung transformasi ekonomi Kalimantan Timur dari tambang ke sektor pertanian, pariwisata, dan jasa, dengan IKN sebagai katalis utama.