Nilai tukar rupiah masih loyo, BI perketat aturan beli dolar AS
Bank Indonesia memperketat pembelian valas tanpa ‘underlying’ untuk menstabilkan rupiah yang mendekati Rp17.900 per dolar AS, di tengah ketidakpastian global.
Bank Indonesia memperketat pembelian valas tanpa ‘underlying’ untuk menstabilkan rupiah yang mendekati Rp17.900 per dolar AS, di tengah ketidakpastian global.
IHSG diprediksi menguat terbatas pekan ini dengan volatilitas tinggi. Cermati saham MDKA, ULTJ, dan BTPN untuk potensi rebound teknikal.
IHSG dibuka naik tipis 0,04% ke 6.602, dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap hasil RDG BI yang mungkin menaikkan suku bunga akibat pelemahan rupiah.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang cuan di sektor saham perbankan dan konsumer, meski risiko outflow masih ada.
Pasar saham pekan ini diprediksi volatil dengan IHSG di rentang 8.200-8.400. Rekomendasi saham: SMGR, ARCI, BFIN, dan reksa dana XIPI.
Pada Januari 2026, BI melaporkan penurunan suku bunga kredit dan simpanan, dengan suku bunga kredit rata-rata 8,79% dan suku bunga simpanan berjangka turun di berbagai tenor.
IHSG berpeluang rebound ke kisaran 8.440–8.503 pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Saham AMMN, CMRY, TINS, dan TKIM direkomendasikan analis hari ini.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.
IHSG menguat ke 8.337,60 didukung saham BYAN, UNVR, dan BREN, jelang RDG BI yang diprediksi tahan suku bunga di 4,75%. Investor fokus pada stabilitas ekonomi.
IHSG berpotensi menguat ke 8.360 jelang RDG BI, cermati saham INDY, ADMR, dan PGAS. Sentimen positif global dan domestik mendukung pergerakan ini.