Saham komoditas AADI & LSIP jadi pilihan analis saat IHSG diramal tertekan
Analis merekomendasikan saham AADI dan LSIP sebagai pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Analis merekomendasikan saham AADI dan LSIP sebagai pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
IHSG turun ke 6.956,80 pada April 2026, terendah di Asia. Saham komoditas seperti EMAS dan ADRO tetap cuan.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang cuan di sektor saham perbankan dan konsumer, meski risiko outflow masih ada.
IHSG turun 13,95% sejak awal tahun, terburuk di Asia Tenggara. Ini bisa jadi peluang beli saham berfundamental kuat saat valuasi menarik.
IHSG rebound 1,76% di tengah volatilitas global. Kenaikan komoditas & valuasi saham murah jadi katalis. Investor disarankan akumulasi saham berfundamental kuat.
IHSG diprediksi menguat ke level 8.377-8.440 setelah libur Imlek, dengan saham INDY, ISAT, MAPI, dan UNTR menjadi rekomendasi analis.
Saham emas seperti EMAS, ANTM, dan HRTA melonjak seiring kenaikan harga emas global akibat ketidakpastian kebijakan AS dan ekspektasi kebijakan The Fed.
IHSG turun 2% pada perdagangan intraday 12 Januari 2026 akibat ketegangan AS-Iran, aksi profit taking, dan stagnasi data CPI. Saham energi terkoreksi signifikan.
IHSG diprediksi melemah akibat ketegangan AS-Venezuela. Investor disarankan memantau saham PYFA, ASSA, HMSP, PNBN, DATA, dan SCMA.
Investor asing meningkatkan pembelian saham komoditas di BEI meski IHSG melemah. Saham BUMI dan UNTR di antara yang paling diminati.