Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini (28/4) Melemah ke Rp17.237 per Dolar AS Antisipsi The Fed Hawkish
Rupiah melemah ke Rp17.237 per dolar AS pada 28 April 2026, dipicu ekspektasi hawkish The Fed dan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Rupiah melemah ke Rp17.237 per dolar AS pada 28 April 2026, dipicu ekspektasi hawkish The Fed dan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 0,50% ke 498,23 pada 20 April 2026, dipicu penurunan saham AMRT, BRPT, dan MAPI, di tengah ketegangan geopolitik global.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,18% ke 502,66 pada 20 April 2026, dipimpin saham DSNG, TLKM, dan PGEO. Sentimen positif pasar global mendukung penguatan ini.
Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi tiga jalur transmisi dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia: finansial, harga komoditas, dan perdagangan.
IHSG dibuka melemah 1,17% tertekan sentimen perang global akibat gagalnya perundingan damai AS-Iran. Saham big caps seperti BBCA dan BBRI turut terkoreksi.
Analis menilai buyback dapat meredam penurunan harga saham dan tingkatkan kepercayaan investor, namun efektivitasnya tergantung likuiditas & fundamental emiten.
Kemenkeu optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,5% pada 2026, meski Bank Dunia memproyeksikan 4,7%, didukung konsumsi, investasi, dan sektor pertanian.
Implementasi B50 di Indonesia diproyeksikan meningkatkan permintaan CPO domestik, mengurangi ekspor, dan menjaga harga tinggi, menguntungkan emiten sawit seperti AALI dan TAPG.
IHSG turun 0,53% ke 6.989, dipicu sentimen global dan domestik negatif. Saham big caps seperti BBCA dan BREN melemah, sementara AMMN dan TLKM menguat.
IHSG melemah 0,61% ke 7.048,22 pada 31 Maret 2026, dengan saham MEDC, BUMI, dan EMTK turun signifikan. Sektor energi menguat, sementara keuangan melemah.