IHSG diprediksi bergerak terbatas pekan depan, rupiah dan sentimen global jadi sorotan
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.000-6.300 pekan depan, dipengaruhi sentimen global, pelemahan rupiah, dan rebalancing MSCI.
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.000-6.300 pekan depan, dipengaruhi sentimen global, pelemahan rupiah, dan rebalancing MSCI.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
IHSG diprediksi uji level 7.000 pekan depan, dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan hasil pertemuan FOMC. Saham ADMR, ADRO, SRTG perlu dicermati.
IHSG diprediksi uji level 7.000 pekan depan di tengah ketidakpastian global. Saham potensial: ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, SRTG.
IHSG diprediksi melemah pekan depan di kisaran 6.825–7.445 akibat ketegangan geopolitik AS-Iran dan lonjakan harga energi yang berlanjut.
IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat sentimen global dan domestik, termasuk konflik Timur Tengah dan data ekonomi penting.
IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat ketidakpastian geopolitik, volatilitas komoditas, dan arus dana asing. Fokus pada data ekonomi dan keputusan MSCI.
IHSG diprediksi bergerak terbatas di level 7.000-7.200 pekan depan, dengan fokus pada data ekonomi penting. Saham MEDC, ENRG, PTRO, ANTM, dan CUAN menarik dicermati.
Pergantian kepemimpinan BEI dan OJK diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar modal pekan depan.
IHSG diprediksi konsolidasi pekan depan akibat pelemahan rupiah dan teknikal overbought. Saham rekomendasi: GJTL, MEDC, CENT, AGII, ASRI, SMBR.