Turun 0,99% dalam seminggu, IHSG pekan depan diproyeksi ke level 6.825–7.445
IHSG diprediksi melemah pekan depan di kisaran 6.825–7.445 akibat ketegangan geopolitik AS-Iran dan lonjakan harga energi yang berlanjut.
IHSG diprediksi melemah pekan depan di kisaran 6.825–7.445 akibat ketegangan geopolitik AS-Iran dan lonjakan harga energi yang berlanjut.
IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat sentimen global dan domestik, termasuk konflik Timur Tengah dan data ekonomi penting.
IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat ketidakpastian geopolitik, volatilitas komoditas, dan arus dana asing. Fokus pada data ekonomi dan keputusan MSCI.
IHSG diprediksi bergerak terbatas di level 7.000-7.200 pekan depan, dengan fokus pada data ekonomi penting. Saham MEDC, ENRG, PTRO, ANTM, dan CUAN menarik dicermati.
Pergantian kepemimpinan BEI dan OJK diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar modal pekan depan.
IHSG diprediksi konsolidasi pekan depan akibat pelemahan rupiah dan teknikal overbought. Saham rekomendasi: GJTL, MEDC, CENT, AGII, ASRI, SMBR.
IHSG mencetak rekor tertinggi di 8.126,55, didorong kesepakatan dagang RI-Uni Eropa dan stabilitas rupiah. Pekan depan, pantau kebijakan fiskal dan cukai rokok.
IHSG secara teknikal diproyeksi bergerak menguat, berpeluang menembus ke atas 7.930.
Pembatalan tunjangan rumah DPR berefek positif bagi IHSG, meredam tensi politik, dan meningkatkan minat investasi di pasar modal.
IHSG diprediksi melemah pekan depan akibat gejolak demo di Jakarta. Meski IHSG naik 10,63% ytd, potensi bearish terbuka.