Turun 0,99% dalam seminggu, IHSG pekan depan diproyeksi ke level 6.825–7.445
IHSG diprediksi melemah pekan depan di kisaran 6.825–7.445 akibat ketegangan geopolitik AS-Iran dan lonjakan harga energi yang berlanjut.
IHSG diprediksi melemah pekan depan di kisaran 6.825–7.445 akibat ketegangan geopolitik AS-Iran dan lonjakan harga energi yang berlanjut.
Konflik global tidak berdampak langsung pada ekonomi Indonesia, namun tetap harus adaptif. Indonesia memiliki peluang bertahan dengan diversifikasi impor dan konsumsi domestik yang kuat.
IHSG turun 2,19% ke 7.026, dipicu pelemahan saham BREN, BRPT, dan ADMR. Sentimen global dan domestik turut mempengaruhi. BEI perbarui aturan free float.
IHSG melemah awal pekan ini karena harga minyak tinggi dan sentimen global, namun ada peluang rebound jika bertahan di atas level support kunci.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 1,37% ke 478,47 pada Senin (30/3/2026) dipengaruhi saham AMRT dan BBCA. Ketidakpastian global dan konflik AS-Iran memicu kekhawatiran ekonomi.
Bank Indonesia siap menjaga stabilitas rupiah di tengah konflik AS-Israel-Iran, dengan intervensi pasar dan kebijakan moneter untuk mengatasi dampak ekonomi.
IHSG mencetak rekor ATH dua hari berturut-turut di awal Januari 2026, didorong oleh January Effect dan kondisi makro ekonomi yang solid.
Bank Indonesia dan Komisi XI DPR menyepakati asumsi makro 2026: pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 2,62%, kurs Rp16.430 per USD. Anggaran BI surplus Rp16,09 triliun.
IHSG diprediksi menguat dengan saham AKRA, PTRO, ASII jadi perhatian. Optimisme ekonomi dan data positif mendukung kenaikan indeks ke 8.300-8.350.
Injeksi likuiditas Rp200 triliun ke himbara berpotensi mempengaruhi inflasi 2025, namun dampaknya diperkirakan terbatas karena ekonomi masih di bawah potensi.