BI ungkap 3 jalur transmisi dampak perang Timur Tengah ke ekonomi RI
Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi tiga jalur transmisi dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia: finansial, harga komoditas, dan perdagangan.
Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi tiga jalur transmisi dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia: finansial, harga komoditas, dan perdagangan.
Implementasi B50 di Indonesia diproyeksikan meningkatkan permintaan CPO domestik, mengurangi ekspor, dan menjaga harga tinggi, menguntungkan emiten sawit seperti AALI dan TAPG.
DPR menilai kebijakan BI dalam menangani rupiah terlalu konvensional dan hati-hati. BI diminta memperbarui strategi untuk menghadapi tekanan nilai tukar.
Rupiah melemah ke Rp17.105/USD, BI prioritaskan stabilitas dengan strategi moneter di tengah ketidakpastian global dan konflik Timur Tengah.
IHSG berpotensi rebound pada April 2026 didorong musim dividen dan rebalancing portofolio, meski tekanan global dan domestik masih membayangi.
IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat sentimen global dan domestik, termasuk konflik Timur Tengah dan data ekonomi penting.
IHSG diprediksi bergerak terbatas di level 7.000-7.200 pekan depan, dengan fokus pada data ekonomi penting. Saham MEDC, ENRG, PTRO, ANTM, dan CUAN menarik dicermati.
Bank Indonesia waspada terhadap inflasi akibat konflik Timur Tengah dan kemarau panjang, meski inflasi masih dalam target 2,5±1%. Monitoring ketat dilakukan.
IHSG rebound 1,76% di tengah volatilitas global. Kenaikan komoditas & valuasi saham murah jadi katalis. Investor disarankan akumulasi saham berfundamental kuat.
Ketegangan AS-Israel vs Iran dorong saham migas AKRA, ELSA, ENRG naik, meski IHSG turun 1,82%. Sektor energi dan logam mulia jadi defensif utama.