Sektor riil hadapi tekanan ganda dari rupiah dan BI rate, ini strategi dunia usaha
Sektor riil tertekan pelemahan rupiah dan kenaikan BI Rate. Pelaku usaha disarankan fokus pada arus kas, likuiditas, dan hindari utang valas berlebih.
Sektor riil tertekan pelemahan rupiah dan kenaikan BI Rate. Pelaku usaha disarankan fokus pada arus kas, likuiditas, dan hindari utang valas berlebih.
Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelemahan rupiah dan IHSG bukan disebabkan oleh pembentukan badan ekspor atau defisit neraca perdagangan.
IHSG berpotensi uji level 6.000 akibat tekanan saham big caps, sentimen negatif global, dan kebijakan domestik. Investor disarankan pantau arus dana asing.
Mirae Asset memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga 4,75% meski rupiah melemah ke Rp17.700 akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga minyak.
IHSG dibuka naik tipis 0,04% ke 6.602, dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap hasil RDG BI yang mungkin menaikkan suku bunga akibat pelemahan rupiah.
Menkeu Purbaya yakin pelemahan rupiah dan IHSG 18/5 bersifat sementara, didorong sentimen jangka pendek. Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.
Bank Indonesia intervensi pasar valas dengan cadangan devisa dan SRBI untuk stabilkan rupiah. Ekonom sarankan keseimbangan intervensi dan konservasi cadev.
IHSG berpotensi sentuh 7.300 jangka menengah usai MSCI, meski ada tekanan jual dari saham tertentu. Kiwoom rekomendasikan strategi wait and see.
Rupiah melemah hingga Rp17.500 per dolar AS dipicu faktor global seperti perang AS-Israel-Iran. BI yakin langkah stabilisasi akan menguatkan rupiah.