IHSG sepekan naik 0,19% ke 6.969, nilai transaksi harian BEI tembus Rp23,06 triliun
IHSG mengalami kenaikan 0,18% sepanjang pekan ini, dengan rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat menjadi Rp23,06 triliun.
IHSG mengalami kenaikan 0,18% sepanjang pekan ini, dengan rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat menjadi Rp23,06 triliun.
IHSG turun 2,42% ke level 6.956,80 dan kapitalisasi pasar bursa berkurang Rp354 triliun menjadi Rp12.382 triliun dalam sepekan.
IHSG turun ke 6.956,80 pada April 2026, terendah di Asia. Saham komoditas seperti EMAS dan ADRO tetap cuan.
IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI yang menahan dana asing, memicu outflow hingga Rp15 triliun. Investor domestik berperan penting menyerap tekanan jual.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang cuan di sektor saham perbankan dan konsumer, meski risiko outflow masih ada.
IHSG menguat 2,35% ke level 7.634 sepanjang pekan 13-17 April 2026, dengan kapitalisasi pasar Bursa melonjak Rp446 triliun menjadi Rp13.635 triliun.
IHSG naik 4,42% didorong pengumuman FTSE dan gencatan senjata AS-Iran, meski ketidakpastian global masih membayangi. Reformasi pasar modal Indonesia terus berjalan.
Otoritas pasar modal Indonesia menerapkan reformasi untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas, meski ada tekanan jual jangka pendek.
OJK ungkap dampak jangka pendek HSC: tekanan jual dan risiko outflow asing, namun ini transisional menuju pasar modal lebih sehat dan transparan.
IHSG turun 0,99% ke 7.026,78 dan kapitalisasi pasar turun 1,69% jadi Rp12.305 triliun.