IHSG sepekan tertekan ke 6.162, market cap Rp1.190 triliun lenyap
IHSG turun 8,35% ke 6.162, kapitalisasi pasar hilang Rp1.190 triliun. Transaksi harian naik 15,68%, investor asing jual bersih Rp41,63 triliun sepanjang 2026.
IHSG turun 8,35% ke 6.162, kapitalisasi pasar hilang Rp1.190 triliun. Transaksi harian naik 15,68%, investor asing jual bersih Rp41,63 triliun sepanjang 2026.
IHSG diprediksi rentan koreksi pada 11 Mei 2026. Rekomendasi saham: AADI, BULL, INCO, MAPA dengan strategi “buy on weakness”. Target harga dan stoploss disediakan.
IHSG turun ke 7.058,85 di tengah kekhawatiran pasar menanti rapat FOMC terakhir Jerome Powell dan ketidakpastian geopolitik.
Saham BBCA hingga ISAT menjadi top laggards, menekan IHSG dengan kontribusi negatif terbesar selama pekan 13-17 April 2026.
IHSG dibuka turun 0,82% ke 7.217 pada 9/4/2026, dengan saham big caps seperti TLKM, BREN, dan ASII terkoreksi. IHSG rawan koreksi lebih lanjut.
IHSG diprediksi rawan koreksi meski sebelumnya menguat 1,93%. Saham ARCI, BBYB, DEWA, dan INET direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan ambrol dengan peringatan dari lembaga-lembaga pemeringkat global.
IHSG sesi I terkoreksi 0,16% ke 8.261,15, saham konglomerat melemah. Bank Indonesia tahan suku bunga, RI-AS teken kesepakatan US$38,4 miliar.
IHSG turun 2,08% ke 7.935 akibat revisi outlook Moody’s. Saham big caps seperti UNVR dan TLKM naik, sementara ASII dan DSSA melemah. Pasar diprediksi volatil.
Nomura turunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight karena meningkatnya risiko investability dan potensi outflow setelah peringatan MSCI.