IHSG dibuka tergelincir 0,82% menjadi 7.217 hari ini (9/4), big caps terkoreksi
IHSG dibuka turun 0,82% ke 7.217 pada 9/4/2026, dengan saham big caps seperti TLKM, BREN, dan ASII terkoreksi. IHSG rawan koreksi lebih lanjut.
IHSG dibuka turun 0,82% ke 7.217 pada 9/4/2026, dengan saham big caps seperti TLKM, BREN, dan ASII terkoreksi. IHSG rawan koreksi lebih lanjut.
IHSG diprediksi rawan koreksi meski sebelumnya menguat 1,93%. Saham ARCI, BBYB, DEWA, dan INET direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan ambrol dengan peringatan dari lembaga-lembaga pemeringkat global.
IHSG sesi I terkoreksi 0,16% ke 8.261,15, saham konglomerat melemah. Bank Indonesia tahan suku bunga, RI-AS teken kesepakatan US$38,4 miliar.
IHSG turun 2,08% ke 7.935 akibat revisi outlook Moody’s. Saham big caps seperti UNVR dan TLKM naik, sementara ASII dan DSSA melemah. Pasar diprediksi volatil.
Nomura turunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight karena meningkatnya risiko investability dan potensi outflow setelah peringatan MSCI.
IHSG terkoreksi 1,37% akibat sentimen negatif rupiah dan kekhawatiran fiskal, Ifonti.com sell asing Rp3,25 triliun. Fokus pasar pada rapat FOMC dan data ekonomi AS.
IHSG ditutup melemah 1,37% ke 8.895 karena aksi profit taking dan pelemahan rupiah. Pasar menanti intervensi BI dan stabilitas fiskal untuk menahan outflow.
Investor asing meningkatkan pembelian saham komoditas di BEI meski IHSG melemah. Saham BUMI dan UNTR di antara yang paling diminati.
IHSG dibuka melemah 0,02% ke 8.583, dengan 258 saham turun. IHSG rawan koreksi lebih lanjut, berpotensi uji level 8.464-8.560.