IHSG Sesi I Ambles 4,95%, Terparkir di Level 5.889,49

IHSG sesi I turun 4,95% ke 5.889,49 akibat koreksi saham besar. Investor fokus pada stabilitas rupiah dan kebijakan The Fed.

IHSG sepekan tertekan ke 6.162, market cap Rp1.190 triliun lenyap

IHSG turun 8,35% ke 6.162, kapitalisasi pasar hilang Rp1.190 triliun. Transaksi harian naik 15,68%, investor asing jual bersih Rp41,63 triliun sepanjang 2026.

IHSG diprediksi rawan koreksi, cermati saham ARCI hingga INET

IHSG diprediksi rawan koreksi meski sebelumnya menguat 1,93%. Saham ARCI, BBYB, DEWA, dan INET direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.

S&P Global beri peringatan risiko kredit Indonesia, cek dampaknya ke IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan ambrol dengan peringatan dari lembaga-lembaga pemeringkat global.

IHSG sesi I terkoreksi tipis 0,16%, saham konglomerat kompak loyo

IHSG sesi I terkoreksi 0,16% ke 8.261,15, saham konglomerat melemah. Bank Indonesia tahan suku bunga, RI-AS teken kesepakatan US$38,4 miliar.

IHSG ditutup ambles 2,08% ke 7.935 terseret revisi outlook Moody’s

IHSG turun 2,08% ke 7.935 akibat revisi outlook Moody’s. Saham big caps seperti UNVR dan TLKM naik, sementara ASII dan DSSA melemah. Pasar diprediksi volatil.