IHSG diprediksi rawan koreksi, cermati saham ARCI hingga INET
IHSG diprediksi rawan koreksi meski sebelumnya menguat 1,93%. Saham ARCI, BBYB, DEWA, dan INET direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
IHSG diprediksi rawan koreksi meski sebelumnya menguat 1,93%. Saham ARCI, BBYB, DEWA, dan INET direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
Tahun Kuda Api 2026 diprediksi menguntungkan saham telekomunikasi, didorong peningkatan ARPU dan lelang frekuensi 5G.
IHSG berpotensi menguat ke level 9.123-9.151 setelah mencapai all time high 9.133, meski volume beli mulai menurun. Cermati saham INET, JPFA & SMRA.
IHSG ditutup menguat 0,64% ke ATH baru 9.133,87 pada 19 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar Rp16.670 triliun. Saham BUMI, BBCA, dan BBRI aktif diperdagangkan.
CBRE memimpin daftar saham top gainers 2025 dengan kenaikan 5.136,84%, diikuti COIN dan BUVA. Kenaikan ini didorong oleh investasi dan strategi bisnis.
Investor asing Ifonti.com buy atau aksi beli bersih sebesar Rp1 triliun selama sepekan.
Saham lapis kedua seperti INET hingga CBRE telah mengalami penguatan signifikan, berpeluang menopang IHSG hingga akhir tahun ini.
Di tengah gelaran aksi rights issue, gerak saham INET, CBRE hingga GMFI terpantau beragam. Cek rekomendasinya.
Dana asing masuk ke pasar saham Indonesia, Ifonti.com buy Rp3,84 triliun pada 10-14 November 2025. Saham BREN dan INET jadi incaran utama.
IHSG diprediksi bergerak melemah pada Senin (17/11/2025), di tengah fokus pasar terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia. Cermati saham INET, RATU & BRPT.