Efektif rebalancing LQ45, saham CUAN dan DEWA kerek laju indeks
Indeks LQ45 menguat 1,01% setelah rebalancing dengan CUAN dan DEWA memimpin. Perubahan efektif 4 Mei 2026, fokus pada kriteria High Shareholding Concentration.
Indeks LQ45 menguat 1,01% setelah rebalancing dengan CUAN dan DEWA memimpin. Perubahan efektif 4 Mei 2026, fokus pada kriteria High Shareholding Concentration.
BEI mengumumkan perubahan saham di indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 mulai Mei 2026. Saham CUAN masuk LQ45, sementara BREN, DSSA, dan NCKL keluar.
Saham YPAS, MSIN, dan IMPC memimpin top gainers dengan kenaikan signifikan selama sepekan, meski IHSG turun 0,99% pada periode 30 Maret-2 April 2026.
IHSG melemah 0,08% ke 7.091,67 pada 30 Maret 2026, dengan saham BBCA, CUAN, dan MDKA turun. Ketegangan Timur Tengah mempengaruhi pasar.
MNC Sekuritas merekomendasikan saham CUAN, DSNG, UNTR, dan AMRT saat IHSG lesu. Strategi buy on weakness untuk CUAN, DSNG, UNTR, dan sell on strength untuk AMRT.
IHSG rebound 2,03% ke 7.730,54, saham CUAN, BUMI, BIPI menguat. Konflik Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia jadi sentimen negatif.
IHSG pada Tahun Kuda Api 2026 diperkirakan volatil pada paruh pertama, meski begitu, sejumlah sektor seperti kayu, tanah, air & api dinilai berpotensi menguat.
IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887,16 dengan 750 saham melemah, termasuk saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BRPT, dan CUAN yang turun lebih dari 10%.
IHSG ditutup menguat 0,64% ke ATH baru 9.133,87 pada 19 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar Rp16.670 triliun. Saham BUMI, BBCA, dan BBRI aktif diperdagangkan.
Saham milik konglomerat seperti BRPT hingga RATU menjadi top laggards IHSG 2026 akibat valuasi premium dan aksi profit taking, di tengah rotasi sektor energi.