Imbas rebalancing MSCI, saham grup Prajogo dominasi daftar top losers
Saham grup Prajogo Pangestu anjlok akibat rebalancing MSCI, mempengaruhi IHSG yang turun 3,53% pada 11-13 Mei 2026.
Saham grup Prajogo Pangestu anjlok akibat rebalancing MSCI, mempengaruhi IHSG yang turun 3,53% pada 11-13 Mei 2026.
Sejumlah saham seperti SHIP, BREN, dan TPIA mengalami penurunan tajam selama periode 11-13 Mei 2026, dengan SHIP memimpin pelemahan sebesar 37,54%.
Saham IFSH, ESSA, hingga PTA menjadi saham top gainers di tengah anjloknya IHSG sebesar 7,89% sepanjang pekan perdagangan 2—6 Maret 2026.
Sektor energi mendominasi jajaran top leaders di tengah penguapan kapitalisasi pasar bursa senilai Rp1.160 triliun sepanjang perdagangan 2 – 6 Maret 2026.
IHSG naik 0,72% pekan ini, namun saham HILL, SGRO, dan LINK masuk daftar top losers dengan penurunan signifikan.
AGPA Singapura menggelar tender wajib saham SGRO Rp7.903/lembar, menyediakan Rp4,92 triliun untuk 34,27% saham publik, fokus pada keberlanjutan usaha.
Saham Sampoerna Agro (SGRO) melonjak 250,71% YTD setelah Grup Sampoerna menjual 65,721% sahamnya ke AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International.
IHSG dibuka menguat di 8.449,54 pada 20/11/2025. Saham BMRI, SGRO, dan BREN naik.
Harga CPO naik ke 4.500 ringgit/ton, saham STAA, AALI, SSMS menguat. Namun, saham JARR dan PGUN turun tajam. Keputusan investasi di tangan pembaca.